Tim Kementerian PU Inspeksi Pembangunan Jembatan Kartanegara

Tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan perguruan tinggi terkemuka di tanah air, melakukan inspeksi proses pengerjaan jembatan pengganti "Golden Gate" atau Jembatan Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang ambruk pada 2011. <p style="text-align: justify;">Kasubdit Teknik Jembatan Ditjen Bina Marga Direktorat Bina Teknik Kementerian PU Iwan Zarkasi, kepada wartawan di Tenggarong, Jumat mengatakan, tim teknis yang terdiri dari beberapa profesor, dua bergelar Doktor, sejumlah Insinyur serta para ahli lainnya, juga didampingi dua orang dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).<br /><br />Selain memastikan pembangunan jembatan sesuai desain perencanaan, kedatangan tim teknis itu juga, kata Iwan Zarkasi, untuk mengecek proses dan tahapan-tahapan pemasangan rangka baja bentang pendekat atau "Side Span" serta rencana persiapan pemasangan bentang utama atau "Main Span".<br /><br />"Merakit ‘Side Span’ ini istilahnya baru pemanasan, sebelum pada intinya nanti memasang ‘Main Span’. Jadi, prosesnya ini yang kami (tim teknis) pantau untuk memastikan apakah sudah sesuai," ungkap Iwan Zarkasi.<br /><br />Saat tiba di lokasi pembangunan, Tim Teknis tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak PT Hutama Karya selaku kontraktor dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kutai Kartanegara, kemudian mengecek rangka yang sudah terpasang dan melihat proses pemasangan "side span" yang telah memasuki segmen 7.<br /><br />Secara umum menurut Iwan Zarkasi, pembangunan berjalan baik yakni terlihat dari progres pembangunannya yang telah lebih dari 57 persen serta dari sisi koordinasi tim pembangunan di lapangan yakni antara dari Dinas Bina Marga dan PT Hutama Karya, serta dari segi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sejauh ini tidak ditemukan laporan kecelakaan.<br /><br />Namun, ia tetap menyarankan agar koordinasi dan K3 tersebut terus dijalankan dengan konsisten agar pengerjaan jembatan tetap lancar.<br /><br />"Proses pembangunannya ini sebenarnya bisa lebih cepat dari yang ada sekarang, untuk itu kami akan berkoordinasi agar jembatan ini bisa segera selesai dan tentu saja menghasilkan jembatan yang aman," ungkap Iwan Zarkasi. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.