Tingkatkan Produksi Pertanian, Bupati Sekadau Serap Pendapat PPL

Perhatian pemerintah kabupaten sekadau terhadap masalah pertanian dan ketahanan pangan terbilang sangat serius. Apalagi masalah pangan merupakan masalah yang sangat krusial dalam hidup manusia, pasalnya berhubungan langsung dengan masalah perut. Karena jika tidak diurus dengan baik, bukan tidak mungkin kelaparan juga bisa terjadi. <p style="text-align: justify;">Guna mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan masalah peningkatan hasil produksi pangan atau pertanian, bupati Sekadau Simon Petrus tidak sungkan – sungkan meminta langsung informasi atau laporan dari tenaga penyuluh dan gapoktan dalam pertemuan bupati sekadau dengan tenaga penyuluh dan ketua gapoktan yang dilaksanakan oleh badan penyuluhan dan ketahanan pangan di aula lantai dua kantor bupati sekadau Kamis (09/02/2012).<br /><br />Ratusan tenaga penyuluh dan gapoktan se-kabupaten sekadau dikumpulkan menjadi satu guna untuk mencari solusi terbaik dalam meningkatkan hasil produksi pertanian yang sekarang ini dinilai masih belum maksimal. Diskusi yang bertajuk mencari solusi dalam peningkatan ketahanan pangan ini bahkan dipimpin langsung oleh bupati Simon. <br /><br />Ketika diberi kesempatan oleh bupati untuk menyampaikan masalah saat berhadapan dengan petani di lapangan, satu persatu tenaga penyluh mengacungkan tangan. Sinar kegembiraan tampak terpancar dari wajah tenaga penyluh, karena bisa menyampaikan unek – uneknya kepada bupati sebagai pimpinan tertinggi di daerah itu. <br /><br />Sebut saja namanya Aloysius, salah satu tenaga penyuluh yang bertugas di desa tinting boyok. Menurut Aloysius, bantuan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten sekadau kepada kelompok tani dari tahun ke tahun terus mengalir. Bantuan yang diberikan itu misalnya, ternak sapi, bibit padi, handtraktor, pupuk bahkan ternak babi. <br /><br />“Semua bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu baik adanya,” paparnya.<br /><br />Namun sangat disayangkan, lanjut Aloy, tenaga konsultan yang dipercayakan oleh dinas untuk membuat perencanaan di lapangan kerap kali tidak singkron dengan potensi yang ada pada wilayah dimana perencanaan yang disebutkan oleh konsultan itu. Ironisnya lagi, konsultan tidak pernah sama sekali berkorrdinasi dengan PPL terkait potensi yang bisa di garap dalam wilayah itu. <br /><br />“Ini yang kita hadapi pak bupati, tiba – tiba datang konsultan potret sana sini, cetak lalu diantar ke dinas. Padahal yang bisa mengetahui potensi di daerah itu adalah petani dan penyluh.” ujarnya.<br /><br />Masalah kedua yang sering dihadapi tenaga penyuluh dilapangan ialah masalah bibit padi. “Terus terang saja pak, kalau dibilang berdosa, ya berdosa saya ini, karena ketika ditanya petani soal bibit yang disalurkan apakah bagus atau tidak, dan terpaksa saya berbohong,” ujarnya. Menurut dia bibit yang disalurkan kepada kelompok tani sering ditemukan berkecambah. Hal ini tentu saja berpengaruh pada pertumbuhan padi. <br /><br />“Terus terang saja pak, bibit padi yang disalurkan itu sering kali berkecambah.” Sebut Aloy yang kemudian disambut dengan kata betul oleh tenaga penyuluh yang lain. <br /><br />Masalah lain adalah masalah pupuk. Memang ada banyak pupuk yang disalurkan, tetapi apakah pupuk yang disalurkan itu cocok atau tidak. Ketika pupuk yang disalurkan itu tidak cocok, tentu saja akan berpengaruh terhadap hasil produksi. <br /><br />“Mereka (kelompk tani, red) bahkan sampai membeli pupuk sendiri,” paparnya seraya mengatakan belum lagi masalah transportasi.<br /> <br />Salah satu ketua gapoktan yang berasal dari desa landau kodah, mengatakan masalah bantuan apakah itu hendraktor dan lain sebagainya, sebaiknya tidak diserahkan kepada kelompok tani, karena pengalaman membuktikan, jika bantuan itu diserahkan kepada salah satu kelompok tani, maka kelompok tani yang lain tidak boleh menggunakannya. <br /><br />“Ini juga masalah pak, padahal kita berharap bantuan yang diberikan pemerintah kabupaten sekadau maupun pusat bisa dinikmati juga oleh kelompok petani yang lain. Semangat mereka saat menerima bantuan itu luar biasa, tetapi ketika bantuan itu digulirkan, tidak diurus juga dengan baik,” ungkapnya, seraya mengatakan sebaiknya bantuan yang diberikan itu, diberikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan). <br /><br />Bupati Sekadau Simon Petrus dalam arahannya mengatakan untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan memang harus bersumber dari tenaga penyuluh. Apa yang disampaikan oleh tenaga penyuluh terkait masalah peningkatan hasil produksi pertanian, sebut orang nomor satu di Bumi lawang kuari ini menjadi modal bagi dinas terkait untuk menuju tehap perbaikan. Dan yang terpenting kata Bupati penyuluh melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya. <br /><br />“Jangan sungkan – sungkan sampaikan masalah yang terjadi, kalau itu tidak baik, katakana tidak baik, kalau itu baik, katakana baik, jangan katakan yang buruk dibilang baik,” pesan bupati. <strong>(phs/humas)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.