Tolak Tes Urin, LP Sintang Rusuh

Sekitar pukul 09: 30 wib lapas kelas II B Sintang rusuh Kejadian tersebut sontak membuat masyarakat yang ada di sekitar lapas sempat mengalami kepanikan. <p style="text-align: justify;">Menurut informasi yang di himpun kalimantan-news.com di tempat kejadian Kericuhan di Lapas Kelas II B Sintang diawali tes urine terhadap 280 warga binaan,saat pertama dilaksanakan tes, dari 280 warga binaan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan satu kelompok berjumlah lima orang.<br /><br />"Ditengah pelaksanaan, lima orang pertama terdapat warga binaan yang bernama Muhariadi, warga binaan pindahan dari Singkawang. Saat tes urine Muhariadi mengaku tak bisa mengeluarkan urine. Kalapas meminta tetap menunggu, namun yang bersangkutan tidak mengindahkan dan melawan petugas, Adanya perlawanan tersebut memancing warga binaan lainnya untuk ikut melakukan perlawanan. Keributan pun tak terelakan antara warga binaaan dengan petugas di lapas tersebut <br /><br />Setelah ratusan anggota Polri dan TNI disiagakan di Lapas Kelas II B Sintang, kondisi lapas sempat mereda. Namun satu di antara anggota polisi yang masuk ke lapas, kembali memicu amukan narapidana (napi).<br /><br />Kami tidak mau ada polisi di lapas ini silakan keluar sekarang"kata teriakan para napi  kejadian tersebut sempat mereda beberapa saat namun. Setelah anggota polisi masuk lapas, mereka kembali mengamuk kembali.<br /><br />Anggota polisi dan TNI bersenjata lengkap disiagakan di beberapa sudut lapas, guna mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi. Amukan warga binaan kembali meledak dengan melempar batu kepada petugas setelah seorang anggota polisi melintas.<br /><br />Kapolres Sintang AKBP Veris Septiansyah yang datang langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengatakan, amukan susulan narapidana ini karena mereka menolak anggota polisi masuk ke lapas.<br /><br />"Iya mereka tak ingin kita ikut campur dalam pengamanan. Tapi sekarang kembali tenang setelah Dandim Sintang masuk dan menenangkan mereka," kata kapolres<br /><br />Untuk menenangkan kerusuhan tersebut kapolres mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada tugas pokok lapas itu sendiri karena tidak mungkin pihaknya mencampuri urusan rumah tangga lapas kecuali jika keadaan semakin memburuk barulah kita akan melakukan tindakan kepolisian<br /><br />"Untuk saat ini kami serahkan sepenuhnya kepada petugas lapas namun jika situasi semakin kacau pihak kepolisian tidak akan tinggal diam"kata kapolres<br /><br />Hingga berita ini di turunkan anggota TNI dan polri masih berjaga-jaga di sekitar areal lapas sintang. <strong>(das/ben)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.