TP3K Jangan Berpihak Pada Perusahaan Besar Saja

SEKADAU – Menyikapi kehadiran atau keberadaan Loading Ramp yang dibangun oleh CV. Lintas Sawit Abadi dalam melakukan tata niaga tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Kabupaten Sekadau, Pemkab Kabupaten Sekadau melalui Tim Pembina Proyek Perkebunan (TP3K) sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak CV. Lintas Sawit Abadi.

Sehingga, tercapai beberapa poin kesepakatan antara Pemkab Kabupaten Sekadau dengan pihak CV. Lintas Sawit Abadi. Poin kesepakatan tersebut antara lain, diminta kepada CV. Lintas Sawit dalam melakukan tata niaga TBS Kelapa sawit tentu harus memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Melakukan pendataan pekebun mandiri untuk selanjutnya difasilitasi oleh Pemkab, membentuk kelompok tani atau koperasi pekebun mandiri sebagai mitra Pemkab dan sebagai mitra usaha CV. Lintas Sawit Abadi.

Pemkab akan memfasilitasi kemitraan antara PKS terdekat dengan Lintas Sawit Abadi dalam hal tata niaga TBS dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau’ Handi apresiasi dengan kebijakan Pemkab melalui TP3K.

Kita menyambut baik langkah Pemkab melalui TP3K untuk menyikapi langkah loading ramp yang dibuka oleh CV. Lintas Sawit Abadi.

“Saya pikir tingal pembinaan yang berkelanjutan terhadap loading ramp tersebut,” kata Handi via WhattAppnya, Minggu (25/3/18).

Ia katakan, jangan sampai dengan hadirnya loading ramp tersebut menjadi bencana besar bagi perusahaan yang ada di Kabupaten Sekadau. Kami berharap kesepakan tersebut juga berlaku untuk perusahaan raksasa yang berinvestasi di Kabupaten Sekadau supaya adil, dan tidak ada pilih kasih,” ucapnya.

“Dan jangan sampai dengan ada nya kesepakatan tersebut nanti dicari-cari kesalahan supaya izin mereka di stop,” imbuhnya.

Makin banyak pembeli TBS, semakin berdaya saing Kabupaten Sekadau, dan menguntungkan masyarakat khususnya para petani mandiri karna, mereka membeli buah tidak pilih.

“Satu kilogrampun dijual petani, mereka tetap beli dengan harga yang bersaing dengan harga pabrik, grading juga sesuai kondisi buah,” ucap Handi.

Kepada TP3K berpihaklah kepada petani mandiri dan pengusaha kecil, jangan condong kepada perusahaan besar saja biar adil,” pesannya. (AS /KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.