Tuntut Hak, Perwakilan Delapan Desa di Sepauk Datangi DPRD Sintang

Sehubung dengan adanya permasalahan yang terjadi antara PT PHS (Permata Hijau Sarana) dengan masyarakat di delapan desa di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalbar Perwakilan masyarakat delapan desa di Sepauk melakukan audensi dengan Anggota DPRD Sintang pada hari Rabu, (03/06/2015). <p style="text-align: justify;">Kedelapan desa tersebut antara lain, Desa Tanjung Hulu, Desa Tanjung Ria, Desa Sinar Harapan, Desa Manis Raya, Desa Lengkenat, Desa Sirang Setambang dan Desa Sepulut.<br /><br />Menurut Kades Manis Raya, Sukarca, S.Sos, PT PHS masuk ke daerah delapan desa tersebut sekitar tahun 1990 hingga 2015 berjalan dengan lancar, namun beberapa bulan terakhir PT PHS ini tidak sesuai dengan perjanjian awal, maka masyarakat mengambil tindakan dengan menyetop buah untuk keluar area perkebunan, jelas Sukarca.<br /><br />Salah satu janji perusahan dengan masyarakat akan mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat setempat, serta memprioritaskan masyarakat setempat di pekerjakan di perusahan namun, pada kenyataanya tidak sesuai dengan perjanjiannya.<br /><br />Lanjut Sukarca, perwakilan dari 8 desa ini, sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pemerintah  namun selalu buntu sehingga tidak menghasilkan apa-apa.<br /><br />Maka pada hari ini kami mendatangi  wakil rakyat, karena kami anggap wakil rakyat ini bisa membantu kami dalam menyelesaikan permasalahan sehingga menjadi suatu kesepakatan antara masarakat dengan perusahan.  <br /><br />“Jika dalam waktu 10-15 hari terhitung dari hari ini tidak ada titik temunya maka, buah sawit yang ada di delapan desa tersebut akan masyarakat jual” ungkapnya.<br /><br />Kedatangan perwakilan delapan desa di DPRD Sintang langsung di terima oleh Ketua DPRD Sintang, Jeffray, Edward, Wakil Ketua, Tery Ibrahim, Anggota DPRD, Florensius Roni, Romeo, Herijamri, Markus Jamberi, Alan, Tuah Mangasih, Welbertus, Syahroni, Liyus, Kanisius Daniel Banai, dan Hardoyo. <br /><br />Hingga berita ini di turunkan perwakilan masyarakat dari delapan desa tersebut masih melakukan audensi dengan anggota DPRD Sintang di ruang sidang DPRD Sintang. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.