Ujian SD Dan SMP Berjalan Lancar, Joko : Dua Peserta Tidak Masuk Tanpa Konfirmasi

MELAWI- Setelah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) udai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), kini giliran Sekolah Menengah pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) yang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono mengatakan, pada Ujian Nasional tingkat SMP, tidak semuanya yang menggelar UNBK, namun masih ada yang melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
“Untuk tingkat SMP, penyelenggara UNBK ada 16 Penyelenggara dengan jumlah peserta sebanyak 1251 orang, sementara untuk yang UNKP ada sebanyak 96 penyelenggara jumlah peserta 2207 orang, jadi total sebanyak 3458 orang. Sementara untuk jenjang SD jumlah peserta ada sebanyak 4 ribuan siswa lebih,” katanya saat ditemui disela-sela melakukan penijauan UNBK di SMP negeri 1 Nanga Pinoh, Senin (22/4).
Dari hasil pantauan di sejumlah SD yang dikunjunginya, Joko mengatakan tidak ada masalah, karena masih menggunakan UNKP. Sementara untuk UNBK berbasis komputer di tingkat SMP, sesi pertama pada jam 8 itu juga berjalan lancar.
“Jaringan internet dan Listrik tidak ada masalah. namun tadi sedikit masalah, ada 2 orang peserta yang sudah terdaftar didalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) yakni di SMP negeri 2 Nanga Pinohyang tidak hadir. Belum dikonfirmasi ke orang tua murid kenapa keduanya tidak ikut ujian. Namun saya sudah perintahkan kepala SMP Negeri 2 untuk mencari dan menghubungi orang tua murid. Jika memungkinkan agar bisa ikut sertakan pada ujian susulan,” paparnya.
Joko mengatakan, untuk jenjang SMP ada 2 jenis ujian yakni UNBK dan UNKP. untuk yang UNKP itu sekolah yang belum siap atau belum memiliki fasilitas untuk melaksanakan UNBK. Sehingga masih menggunakan sistim UNKP.
“UNKP itu untuk beberapa sekolah yang belum siap dan belum memiliki cukup fasilitas penunjang dan belum didaftar untuk mengikuti UNBK nya. Seperti di SMP Negeri 1 ini ada sekitar 40 murid yang mengikuti UNKP. itu bukan murid dari SMP Negeri 1 nanga Pinoh, namun sekolah yang menginduk ke sekolah ini, seperti SMP Bina Kusuma, SMP 9 Nanga Pinoh, dan SMP eklesia Nanga Pinoh,” jelasnya.
Joko berharapselama 4 hari pelaksanaan ujian ini semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah, serta memperoleh hari yang lebih baik dari tahun-tahun lalu. “Kepada masyarakat khususnya orangtua murid untuk mendukung mengerahkan anak-anaknya untuk terus belajar selama pelaksanaan ujian ini,” paparnya.
Sementara itu, kepala SMP Negeri 1 Nanga Pinoh, Theresia Idayani mengatakan, di SMP N 1 Nanga Pinoh ini melaksanakan UNBK sebanyak 3 sesi yang masing-masing sesi sebanyak 100 siswa. “Hingga saat ini semuanya berjalan lancar,” ucapnya.
Idayani mengatakan, untuk pelaksanaan UNBK pihaknya sudah melakukan antisipasi seperti mengantisipasi listrik denganmenyiapkan gensset serta menyurati PLN untuk melakukan penyambuangan sementara alias di los selama 4 hari pelaksanaan UNBK. Kemudian terhadap jaringan intrnet, Disdikbud sudah menyurati Telkom.
Sementara terhadap fasilitas komputer sendiri, Idayani mengaku masih mengalami kekurangan. Bahkan untuk memneeuhi 100 unit komputer yang digunakan untuk UNBK saat ini pihaknya hanya memiliki 50 unit komputer saja, sementara sisanya masih meminjam dari 3 sekolah lainnya.
“Untuk melengkapinya kita masih meminjam dari 3 sekolah, minjam punya SMPN 1 Tanah Pinoh Barat pinjam 22 unit, kemudian punya SMPN 1 Pinoh Selatan 7 unit dan punya SMPN 1 Belimbing. Sekolah yang kami pinjam ini belum melaksanakan UNBK, dan seandainya tahun depan sekolah yang kami pinjam itu menggunakan sistim UNBK, maka kami harus ekstra menambah unit komputer,” jelasnya.
Idayani mengatakan, kekurangan komputer di sekolahnya sekitar 50 unit. Terkait hal itu pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan komputer ini. “Mudah-mudahan bisa diterima,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.