Unnes Cegah Pengaruh NII Dengan Pendampingan Mahasiswa

Universitas Negeri Semarang berupaya mencegah mahasiswanya terpengaruh oleh gerakan Negara Islam Indonesia dengan melakukan pendampingan pada setiap kegiatan mahasiswa. <p style="text-align: justify;">Universitas Negeri Semarang berupaya mencegah mahasiswanya terpengaruh oleh gerakan Negara Islam Indonesia dengan melakukan pendampingan pada setiap kegiatan mahasiswa.<br /><br />"Kami selalu melakukan pendampingan kepada mahasiswa, bukan pembimbingan, apalagi pengawasan," kata Pembantu Rektor I Unnes Agus Wahyudin di Semarang, Selasa.<br /><br />Menurut dia, upaya pendampingan dalam berbagai kegiatan mahasiswa merupakan cara efektif untuk mengantisipasi masuknya berbagai ideologi atau paham yang tidak sesuai, termasuk gerakan NII.<br /><br />Ia mengakui usia kalangan mahasiswa memang masih dalam kondisi labil, terutama terkait proses pencarian jati diri sehingga mudah terpengaruh dengan paham atau gerakan semacam itu.<br /><br />"Kondisi sekarang kan membuat banyak perubahan tata nilai, membuat banyak kalangan muda yang tengah dalam proses pencarian jati diri ‘dimanfaatkan’ oleh gerakan-gerakan seperti NII," katanya.<br /><br />Pengaruhnya, kata dia, bisa dari banyak hal, terutama lingkungan dan pergaulannya, misalnya mahasiswa yang cenderung menutup diri akan terjebak dengan gerakan yang bersifat eksklusif.<br /><br />"Kalau kami harus mengawasi satu-persatu tentunya sulit dan tidak efektif. Lebih baik jika kami mendampingi mereka dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik dalam bidang olah kreativitas, olahraga, maupun seni," katanya.<br /><br />Dengan upaya pendampingan, kata dia, antara mahasiswa dan dosen seolah tidak memiliki jarak dan tidak ada kesenjangan sehingga mahasiswa akan lebih nyaman untuk berkonsultasi atau sekadar bertukar pikiran.<br /><br />"Melalui Pembantu Rektor III Unnes kami selalu melakukan pendampingan kegiatan kemahasiswaan sehingga mahasiswa bisa mengolah kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing," katanya.<br /><br />Ia juga mengaku sudah mendengar sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang direkrut oleh anggota gerakan NII dan berharap tidak ada mahasiswa Unnes yang menjadi korban.<br /><br />"Kami belum mendengar ada mahasiswa kami yang menjadi korban perekrutan gerakan NII, semoga memang tidak ada," kata Agus Wahyudin yang juga mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unnes itu.(Eka/Ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.