Untan Ditunjuk Sebagai Penyusun Kajian Akademis Pemekaran Kabupaten Ketungau

Tahun 2012 ini, pemekaran kabupaten Ketungau yang meliputi tiga kecamatan di jalur sungai Ketungau memasuki tahap kajian akademis. Kajian akademis ini akan disusun dan dilakukan oleh lembaga penelitian Universitas Tanjungpura Pontianak. Demikian diungkapkan oleh kabag Tapem Setda Sintang Yaser Arafat saat ditemui di ruang kerjanya Senin (09/04/2012) pagi tadi. <p style="text-align: justify;">“Pemerintah kabupaten memang menganggarkan dana untuk mendukung pemekaran kabupaten Ketungau di tahun 2012 ini. Saat ini, kami sedang menyusun perlengkapan administrasi untuk dilakukanya kajian akademis itu,”ungkapnya. <br /><br />Beberapa bahan yang tengah disiapkan oleh bagian Tapem Setda Sintang antara lain dokumen kontrak, penunjukan PPTK dan sejumlah perlengkapan administrasi lainnya. Diperlukan waktu kurang lebih sekitar 8 bulan dari proses penandatangan MOU sampai dokumen kajian akademis tersusun.<br /><br />“Perkiraan kita, diakhir tahun 2012 nanti dokumen kajian akademis atau executive summary pemekaran kabupaten Ketungau sudah tersusun. Setelah kita seminarkan untuk mendapatkan masukan, lalu kemudian diperbaiki maka document itu yang akan kita jadikan salah satu acuan untuk mengurus persyaratan lain sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP nomor 78 tahun 2007,”jelas Yaser. <br /><br />Lebih lanjut Yaser menjelaskan setelah dokumen akademi tersusun, maka persyaratan yang akan dilengkapi adalah persetujuan dari bupati dan ketua DPRD menyangkut penyerahan asset, penyerahan personil dan persetujuan pengalokasian anggaran kepada kabupaten baru minimal selama 2 tahun. <br /><br />“Yang jelas, saat ini pemekaran kabupaten Ketungau itu masih terus berproses. Pemerintah bersama tim terus berupaya melengkapi persyaratan untuk dilakukan pemekaran,”tegasnya.<br /><br />Jika proses pemekaran kabupaten Ketungau berjalan lancar, maka tidak menutup kemungkinan pembentukan kabupaten yang tepat berada di kawasan perbatasan ini akan lebih dulu terwujud dibandingkan pembentukan Provinsi Kapuas Raya. “Idealnya memang provinsi dulu yang terbentuk, baru kemudian kabupaten. Karena dalam peta provinsi Kapuas Raya, daerah Ketungau masih masuk wilayah kabupaten Sintang. Sehingga tentu harus dilakukan perbaikan peta wilayah provinsi,”tegasnya. <strong>(ek/ast)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.