UPP Bontang: KM Titian Muhibah Langgar Perizinan

Unit Pelayanan Pelayaran atau Kesyahbandaran Bontang, Kalimantan Timur, menyatakan Kapal Motor Titian Muhibah yang mengalami kecelakaan di perairan Sulawesi telah melanggar perizinan, dari seharusnya kapal barang tetapi digunakan mengangkut penumpang. <p style="text-align: justify;"><br />Kepala Seksi Unit Pelayanan Pelayaran (UPP) Bontang Sihombing kepada wartawan di Bontang, Kamis, mengungkapkan kelengkapan dokumen KM Titian Muhibah dikeluarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.<br /><br />"Dokumen itu menyatakan KM Titian Muhibah sebagai kapal dagang dengan kapasitasnya memuat buah-buahan dan sembako asal Mamuju. Sebelum berlayar, nahkoda kapal melapor ke syahbandar akan kembali berlayar ke Mamuju pada Senin (8/6) tanpa muatan barang dan penumpang," katanya.<br /><br />Dari hasil inspeksi sebelum berlayar, kapal kayu berukuran panjang 12 meter dan lebar 2,8 meter itu dinyatakan laik untuk berlayar dengan laporan navigasi, perlengkapan keselamatan dan mesin dalam kondisi baik.<br /><br />"Aktivitas pelayarannya tidak sesuai seperti yang dilaporkan. Ternyata kapal itu malah mengambil penumpang hingga puluhan orang dan ini di luar tanggung jawab kami karena sudah menyalahi prosedur pelayaran," tambah Sihombing.<br /><br />Dilaporkan sebelumnya, KM Titian Muhibah yang membawa sekitar 70 penumpang mengalami musibah dan tenggelam di perairan Sulawesi, Rabu (10/6) dini hari, dalam perjalanan dari Bontang menuju Mamuju.<br /><br />Sebanyak 65 penumpang diselamatkan kapal perang Amerika Serikat USS Rushmore yang kebetulan sedang melintas di Selat Makassar. Lima penumpang lainnya dilaporkan juga ditolong nelayan dari Sulbar dan dalam kondisi selamat.<br /><br />"Yang jelas, kami merasa kecolongan dengan kejadian ini," tambah Sihombing.<br /><br />Data di UPP Bontang mencatat KM Titian Muhibah diawaki lima orang, yakni Halim (nahkoda), Yusuf, Anca, Kudrani, dan Ismail.<br /><br />Sementara itu, Pemerintah Kota Bontang menurunkan tim terpadu yang beranggotakan tiga satuan unit kerja untuk menjemput para korban KM Titian Muhibah yang berada di Balikpapan. Tim ini membawa dua unit bus untuk membawa penumpang kembali ke Bontang.<br /><br />Kasubag Humas dan Protokol Pemkot Bontang Iskandar mengatakan tim yang diturunkan terdiri dari lima orang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), empat petugas medis, dan dua pegawai Dinas Sosial.<br /><br />Selain itu, terdapat 15 orang anggota keluarga dari korban kapal yang ikut menjemput ke Balikpapan.<br /><br />Ia menambahkan data sementara jumlah penumpang yang tercatat di Basarnas sebanyak 73 orang, masing-masing 65 orang sudah berada di Balikpapan, lima orang di Mamuju dan tiga orang lagi berada di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Mamuju.<br /><br />"Data yang kami terima, dari 65 orang yang berada di Balikpapan, sebanyak 38 orang dalam keadaan baik dan posisinya di posko sementara, sedang 27 orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena masih trauma dan dirawat," kata Iskandar. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.