Wabup Aloysius Hadiri Pembukaan Pesparani Katolik di Kota Ambon

AMBON – Wakil Bupati Sekadau Aloysius, SH, M. Si bersama tiga orang pastor penasehat Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sekadau Pastor Kristianus,  CP,  Pastor Latu Maing,  Pr dan Pastor David, CP menghadiri malam pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu 27 Oktober 2018 malam.

Hadir mendampingi Wakil Bupati Sekadau Aloysius pada malam pembukaan pesparani katolik pertama tingkat nasional di kota ambon ini yaitu Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sekadau F. Iwan Karantika, SE, MM, Ketua I Ignasius Boni, SH, MH, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau Ny. Kristina Rupinus, S.Pd,M.Si, Ketua GOW Kabupaten Sekadau Ny. Vicxima Heri Supriyanti Aloysius, A. Md, Sekretaris Umum LP3KD Theresia Lili, SH, Kasi Bimas Katolik Kabupaten Sekadau Kusnadi, Ketua  Bidang Penyelenggara LP3KD Abun Tono, SP, Ketua Bidang Dikpelkur musik dan lagu gerejani Eduardus Adon dan pengrus LP3KD lainnya.

“Bersatu Dalam Keberagaman Wujudkan Persaudaraan Sejati dari Maluku untuk Indonesia” menjadi tema dalam helat akbar kali pertama Pesparani umat Katolik sepanjang sejarah di Indonesia.

Acara Pesparani Katolik pertama ini dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Gubernur Maluku dan sejumlah kepala daerah di Indonesia.

Pesparani 2018 ini secara resmi dibuka oleh Presiden RI diwaliki Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam kesempatan tersebut ditayangkan testimoni Presiden RI Joko Widodo yang berisi “Menyambut Pesparani, saya berharap menjadikan umat Katolik lebih mampu memuliakan manusia dan menyatukan manusia dalam persaudaraan sejati”.

Rangkaian helat Pesparani diawali dengan defile kontingen dari 34 provinsi di Indonesia, diiringi musik daerah masing-masing.

Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sekadau F. Iwan Karantika, SE, MM, mengatakan pada perhelatan Pesparani Pertama tingkat Nasional di Kota Ambon,
Kabupaten Sekadau masih sebagai peninjau “Karena ini pesparani pertama kita hanya sebatas peninjau dulu, kita belum mengikuti perlombaan, kita belajar dulu dari apa yang kita lihat dalam helatan pesparani katolik pertama ini,” ujar Iwan yang juga Kepala BPKAD Kabupaten Sekadau ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau Aloysius mengatakan Pesparani Katolik Pertama di Kota Ambon ini merupakan peristiwa bersejarah, karena merupakan kegiatan yang pertama kalinya bagi Umat Katolik. Selain itu menurut Aloysius, Pesparani ini telah membawa pesan perdamaian dari Ambon untuk Indonesia, bahwa Kota Ambon dan Maluku adalah daerah yang aman dan menghargai kebhinekaan.

“Kita bangga dan apresiasi untuk pemerintah indonesia melalui  menteri agama RI yang telah mengeluarkan peraturan menteri agama nomor 35 tahun 2016 tentang Pesparani. Pesparani adalah hal yang  sangat mulia bagi umat katolik untuk memazmurkan dan memuliakan nama Tuhan,”ujarnya.

Wakil Bupati Sekadau Aloysius juga katakan, Pesparani merupakan aktivitas seni budaya dan kegiatan kerohanian umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, dan nyanyian liturgi.

Salah satu tujuan dari Pesparani lanjut Aloysius adalah mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap ibadah dan liturgi gerejani. Selain itu,  Pesparani bertujuan mendorong pengembangan seni budaya bernafaskan iman Katolik sebagai salah satu wujud kekayaan multikulturalisme bangsa Indonesia.

Ada 12 cabang diperlombakan dalam Pesparani yang digelar hingga mulai 2 November mendatang yaitu, paduan suara dewasa campuran, paduan suara dewasa pria, paduan suara dewasa wanita, paduan suara gregorian dewasa, paduan suara gregorian anak dan remaja, paduan suara anak, pemazmur anak, pemazmur remaja, pemazmur dewasa dan terakhir bertutur kitab suci.

Sumber : Humpro Sekadau
(AS /KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.