Wabup Terima Keluhan Kurang Guru di Serawai

Masyarakat Desa Begori Kecamatan Serawai harus terus menerus memberikan dukungan bagi pengembangan SMP Negerii 5 Serawai ini supaya mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada anak-anak disini. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Wakil Bupati Sintang Askman pada saat Penutupan Peringatan Hari Ulang Tahun Ketiga SMP Negeri 5 Serawai di Desa Begori pada Minggu, 9 April 2017.<br /><br />“Persoalan tenaga pengajar memang rumit, banyak sekolah di perkotaan yang gurunya banyak. Saya bangga dengan guru dipedalaman, satu orang guru mampu mengajar tiga kelas. Dikota, satu guru mengajar satu mata pelajaran. Artinya guru dipedalaman lebih hebat dan cerdas. Penambahan tenaga pengajar dan pembangunan mes guru di SMPN 5 Serawai ini akan menjadi catatan kami. Saya juga heran, bantuan peralatan laboratorium sudah ada. Tetapi ruangannya belum ada” terang Askiman.<br /><br />“tahun 2017 ini, kecamatan serawai dan ambalau menjadi perhatian kami dengan 6 prime mover yang kami dorong dengan total dana pembangunan masuk sekitar 100 milyar. Rumah Sakit Pratama akan segera dibangun dan bangunan fisiknya diharapkan  maksimal sesuai jumlah dana, dana infrastruktur pembangunan jalan sudah ada, jangan sampai tidak maksimal. Isu harus dikerjakan putra daerah, jangan digaungkan, yang penting perusahaan luar pun boleh asal serius bekerja dan masyarakat menikmati hasilnya. Pengangkatan guru kontrak juga terpaksa dibatalkan karena diduga kuat ada permainan tidak fair dalam penerimaan guru kontrak tersebut. Saya juga mendapatkan informasi bahwa investor di sini sudah melaksanakan Cooporate Social Responsbility (CSR) dengan membangun jalan, membantu pembangunan rumah ibadah dan membantu kegiatan masyarakat” Askiman memberikan informasi.<br /> <br />Oktavianus Harsumpeda Camat Serawai menjelaskan bahwa jumlah SMP di Kecamatan Serawai ada lima baik negeri maupun swasta. “Guru di SMP Negeri 5 Serawai merupakan warga asli Begori yang memang layak karena semuanya berpendidikan sarjana.   Kegiatan ini harus mampu memberikan semangat bagi guru, siswa, orangtua dan masyarakat untuk terus mengembangkan SMP ini. Kami juga sudah mengkomunikasikan kebutuhan pengembangan sekolah ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang seperti mes guru” terang Oktavianus Harsumpeda.<br /><br />Ali Pius   Kepala SMP Negeri 5 Serawai menjelaskan bangunan sekolah ini dibangun Oktober 2013 dan selesai Maret 2014  dengan dana bantuan dari pemerintah australia. “Tahun pelajaran 2014/2015, SMP Negeri 5 Serawai sudah beroperasi dan menerima murid baru. Dan tahun 2017 ini sudah mulai mengikuti ujian nasional dengan jumlah siswa 34 orang. Hingga tahun 2017 ini, total siswa ada 95 orang. <br /><br />Ruangan sementara cukup seperti ruang belajar, WC, ruang guru, perpustakaan dan kantor. Tenaga pengajar ada 6 orang yang terdiiri dari satu PNS sekaligus kepala sekolah, 1 guru kontrak daerah dan 4 orang guru honor sekolah yang merupakan warga desa Begori. <br /><br />Peringatan hari ulang tahun ini didukung penuh oleh masyarakat, orang tua murid dan komite sekolah. Harapan kami agar Pemkab Sintang agar menambah tenaga pengajar yang berasal dari PNS dan guru kontrak daerah. Mohon diadakan buku bacaan untuk perpustakaan, peralatan laboratorium ada tetapi ruangannya belum ada. Mohon dibangun mes untuk guru” pinta Ali Pius.<br /><br />B. Muis Ketua Panitia Peringatan HUT Ketiga SMPN 5 Serawai menjelaskan maksud kegiatan dilaksanakan untuk mempromosikan keberadaan sekolah ini kepada masyarakat dan menggugah orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. <br /><br />“Sejak 22 Februari 2017, kami sudah melaksanakan pertandingan voli putra diikuti oleh 12 klub, volui putri diikuti 12 klub, lomba kreasi, lomba pidato, lomba puisi, dan lomba melukis. Semua aman dan lancar. Awal berdirinya, SMP Negeri 5 Serawa ini hanya ada 4 orang guru, satu PNS yang juga kepala sekolah dan  tiga honorer sekolah” terang B. Muis.<br /><br />Maria Fransiska Yulia salah guru honor sekolah yang mengajar IPA dan Matematika di SMP Negeri 5 Serawai menjelaskan siswanya berasal dari Desa Begori, Bedaha, Nalai, bahkan ada dari Kepala Jungai Kecamatan Ambalau. "Karena saya orang Begori, saya iklas dan siap mengajar disini" terang Maria Fransiska Yulia yang mengajar sejak SMP N 5 Serawai berdiri.(Slh/Hms)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.