Wagub : Misi Dagang Sarawak Bawa Perubahan Ekonomi

Wakil Gubernur Provinsi Provinsi Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengungkapkan, Misi Dagang Sarawak yang digelar pada 7-9 Oktober 2011 diharapkan dapat membawa perubahan pertumbuhan usaha antara Indonesia-Malaysia. <p style="text-align: justify;">"Dukungan regulasi sudah banyak dibahas seperti pada pertemuan Sosial ekonomi Mayalsia Indonesia (Sosekmalindo), Brunei Indonesia Malaysia Economic (BIMP-EAGA) dan lainnya. Nah, sudah saatnya aksi nyatanya," kata Christiandy di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurut Christiandy, ajang Misi Dagang Sarawak yang digelar kali pertama di Kalbar tersebut juga akan ada seminar yang diharapkan bagi para pengusaha untuk langsung menangkap peluan.<br /><br />"Ketika ada peluang untuk bermitra, jangan lagi masih menerawang," tegasnya.<br /><br />Dari sisi pemerintah, kata dia, sudah mengusahakan infrastruktur untuk menuju Malaysia.<br /><br />"Nah, tentu hal itu sangat penting jika infrastruktur dan tranportasi lancar tentu akan lebih meringankan biaya pengiriman ke Malaysia," ungkap ayah satu anak itu.<br /><br />Saat ini di Kalbar, lanjut Christiandy, industri yang ada masih berupa barang mentah bukan barang jadi.<br /><br />Seperti sawit itu masih berupa Crude Palm Oil (CPO) saja, kemudian karet yang masih berupa crumb rubber.<br /><br />"Nah, ke depan kami inginnya investasi yang masuk tidak lagi keluarnya barang setengah jadi atau bahan mentah tetapi sudah barang jadi," harap Christiandy.<br /><br />Menteri Perumahan dan Menteri Pariwisata Malaysia, YB Datuk Amar Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Abang Haji Openg mengatakan, delegasi Sarawak yang datang di Kalbar memiliki hasrat untuk memperkayakan Kalbar begitu pula sebaliknya.<br /><br />"Dalam Misi Dagang Sarawak tersebut dapat dijadikan jaringan kerja sama antara kedua belah pihak," kata Datuk Amar.<br /><br />Ia mengatakan, sebelumnya dirinya sudah bertemu dengan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Indonesia, dan berjanji untuk lebih menggalakkan lagi kerja sama dibidang-bidang teknologi dan lainnya.<br /><br />"Dalam bidang pendidikan juga dapat dikembangkan menjadi bidang teknologi. Siswa di Malaysia dapat berkunjung ke Kalbar dalam bentuk pertukaran pelajaran begitu sebaliknya. Yang diharapkan siswa tersebut jika besar nanti dapat menjadi teknokrat untuk memperkuat kerja sama kedua negara itu," harap Datuk Amar.<br /><br />Selain itu, kata dia, bidang ketiga yang difokuskan yakni pertanian di mana kedua belah pihak dianugerahkan lahan yang luas.<br /><br />"Disinilah teknologi memainkan peranan dimana pertanian menjadi ladang utama ekonomi baik Kalbar dan sarawak Malaysia," ungkapnya.<br /><br />Terakhir, tambahnya, bidang pariwisata dimana jaringannya perlu diperketatkan.<br /><br />"Penerbangan ke Sarawak melalui Kalbar selalu penuh, perlu diperhatikan sebagai langkah untuk meningkatkan pariwisata kedua belah negara," katanya.<br /><br />Sementara, Ketua Sarawak Chamber of Commercy Industry, Datuk Abang Haji Karem Bin Tun Abang Haji Openg mengatakan, dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan usaha pembangunan di kedua wilayah.<br /><br />"Persiapan pun sudah dibuat sejak beberapa bulan lalu dari kedua belah pihak. Kami berharap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar dapat menyelenggarakan misi yang sama di Kuching tahun depan dan menjadikan misi dagang itu sebagai acara tahunan," ungkap Datuk Abang.<br /><br />Pada Misi Dagang arawak terbesar pertama tersebut, 180 peserta ambil bagian dengan 26 stand yang ada.<br /><br />Misi dagang yang terbilang singkat tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai peluang investasi perdagangan di kedua negara.<br /><br />"Kami juga menyelenggarakan bisnis jaringan sebagai ajang komunikasi pengusaha kedua negara untuk bekerja sama," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.