Wagub: Pemrpov Akan Awasi Kenaikan Harga Sembako

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ir H Acmad Diran mengatakan, upaya mengatasi kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2011, Pemerintah Provinsi Kalteng akan melakukan pengawasan. <p style="text-align: justify;">"Dari sekarang kita akan melakukan pengawasan yang lebih intensif di tingkat agen maupun distributor sembako untuk mencegah adanya penimbunan-penimbunan barang di gudang secara berlebihan maupun kekurangan persediaan," kata H Acmad Diran, di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Selain itu, menurutnya, senantiasa berkoordinasi dengan instansi teknis, dalam rangka menciptakan kelancaran distribusi maupun pasokan Sembako, baik itu dari daerah penghasil maupun sampai ke pasaran di daerah sekaligus menyiapkan strategis penanganan yang efektif dan efisien bilamana terjadi kelangkaan barang di pasaran.<br /><br />?Hal berikutnya yang akan kita lakukan adalah, melaksanakan kegiatan operasi pasar atau pasar murah pada saat kondisi harga Sembako di pasaran mengalami lonjakan kenaikan yang cukup tinggi,? ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, berkenaan dengan tingkat inflasi di Kalteng, sampai triwulan kedua tahun 2011 cukup rendah. Hal ini berarti terjadi perubahan harga barang-barang yang dipantau perkembangannya tidak berdampak besar pada angka inflasi dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.<br /><br />"Ke depan untuk menghadapi hari besar dengan mengetahui faktor-faktor umum memacu tingkat inflasi Kalteng, maka sudah dapat diantisipasi sedini mungkin dan inilah yang saat ini dilakukan Tim Pengendali Inflasi di provinsi maupun Kabupaten Kotawaringin Timur," terangnya.<br /><br />Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kalteng, Hengki menegaskan, hingga saat ini masih tidak ada laporan masalah distribusi Sembako ke daerah-daerah dari kabupaten se Kalteng.<br /><br />?Tidak adanya laporan dari kabupaten, maka permasalahn distribusi Sembako dan kenaikan harga, maka kondisinya masih normal,? tegasnya.<br /><br />Kemudian, sambung dia, menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2011, berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan Sembako di pasaran masih tersedia dan hingga kini tidak ada gejolak harga.<br /><br />"Berdasarkan pantauan di lapangan hanya beberapa barang saja yang mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu masih dalam jumlah yang tidak terlalu tinggi, yakni, sebesar Rp500, Rp1.000, dan Rp2.000 saja," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.