Wali Kota Palangka Raya Resmikan Pasar "Wadai"

Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia, Kamis sore membuka secara resmi Pasar "Wadai" (Kue) di kawasan Jalan AIS Nasution kota setempat. <p style="text-align: justify;"><br />"Melalui pasar ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan antar masyarakat, sebab pembelinya dari seluruh penjuru Kota Palangka Raya dan sekitarnya, termasuk warga non muslim," kata orang nomor satu di "Kota Cantik" Palangka Raya itu.<br /><br />Riban mengatakan pasar Ramadhan merupakan wahana peningkatan peredaran ekonomi dan sekaligus pasar tradisional yang unik, sebab yang dijual dan disajikan adalah semua keperluan puasa. Selain itu pelaksanaan pasar "wadai" ini juga sebagai salah satu bentuk lain dari wisata kuliner yang ada di Ibu Kota Kalimantan Tengah, Palangka Raya.<br /><br />Semua jenis kue tradisional disediakan pedagang di pasar ini. Di antaranya seperti berbagai jenis bingka, kue lapis, hamparan tatak, takaraban, putu mayang, kue lapis atau puding busa yang dijual mulai Rp10.000 hingga Rp30.000 per kue ukuran sedang.<br /><br />Selain itu berbagai macam minuman pun tersedia seperti es cendol, es kelapa, beraneka kolak dan berbagai jenis minuman manis juga tersedia.<br /><br />Tak hanya itu, "pasar Wadai" juga menyediakan masakan khas Kalteng, di antaranya seperti urap, ikan pais, ikan bakar dan berbagai masakan lain yang dijamin bakal menggugah selera calon pembelinya serta menjadi menu yang cocok untuk santap sahur dan berbuka puasa.<br /><br />"Para pengunjung agar manfaatkan pasar ini dengan baik. Pedagang jangan mengambil keuntungan terlalu berlebihan tapi sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kita. Buatlah makan yang terbeli oleh masyarakat dan menghindari penumpukan makanan secara berlebihan. Jangan sampai makanan tersebut ditumpuk dan besok dijual kembali," kata pria yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon Gubernur provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa titik strategis sebagai lokasi Pasar "Wadai" seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya.<br /><br />Titik yang dijadikan tempat Pasar Ramadhan itu adalah Pasar Kahayan, Jalan AIS Nasution, Pasar Rajawali, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan G. Obos.<br /><br />"Selain yang lokasi yang telah kita sediakan, warga secara swadaya juga mengelar pasar serupa dan itu juga diperbolehkan asal mereka berjualan sesuai ketentuan," katanya. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.