Warga Pedalaman Kubar Minta Perbaikan Jalan

Warga pedalaman di Desa Muara Kedang, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, meminta DPRD Kalimantan Timur memperjuangkan pengaspalan jalan yang menghubungkan desa mereka dengan Desa Lungkur sepanjang 24 km. <p style="text-align: justify;">"Kondisi ruas jalan ini rusak parah akibat seringkali dilewati truk-truk pengangkut kelapa sawit yang muatannya jauh di atas daya mampu jalan. Akibatnya kegiatan warga sehari-hari yang sangat bergantung dengan jalan ini menjadi terganggu,’ kata anggota DPRD Kaltim, Syaparudin, di Samarinda, Kamis.<br /><br />Menurut Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim itu, warga Muara Kedang juga meminta memperjuangkan kebun plasma kelapa sawit kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa mereka.<br /><br />Selain itu, untuk peningkatan mutu pendidikan, mereka mengharapkan pula bantuan kelengkapan sarana prasarana pendidikan di SMAN 12 Muara Kedang berupa laboratorium, ruang dewan guru dan asrama pelajar untuk menampung pelajar dari desa lain yang sekolah di SMA negeri tersebut.<br /><br />Sedangkan ketika melakukan reses di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, warga setempat meminta anggota DPRD Kaltim yang berlatar belakang aktivis mahasiswa tersebut memperjuangkan perbaikan jalan poros dari simpang jalan Samarinda-Bontang menuju ke Muara Badak.<br /><br />"Mereka juga meminta bantuan pembangunan rumah ibadah, bantuan bagi nelayan dan petani, serta bantuan untuk sekolah agama dan insentif imam masjid," kata wakil rakyat yang juga menjabat Ketua Bidang Aparatur, Otda dan Pertanahan Pengurus Pusat (PP) GP Ansor serta Ketua Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Kaltim tersebut.<br /><br />Sementara di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, warga setempat minta diperjuangkan mesin pengolah air asin menjadi air tawar.<br /><br />Selama ini warga Muara Pantuan yang hidup di sekitar pesisir pantai selalu mengalami kesulitan mendapatkan air tawar.<br /><br />Warga juga mengharapkan bantuan sarana Puskesmas lengkap dengan ruang rawat inap dan tenaga medis yang memadai. Sedangkan para guru di desa tersebut minta dibantu rumah dinas. Selama ini rumah guru di desa tersebut keadaannya sangat memprihatinkan, tidak layak huni.<br /><br />"Warga yang berprofesi sebagai nelayan mengharapkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah dalam bentuk bantuan alat tangkap ikan dan fasilitas lainnya," kata politisi yang dikenal kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah provinsi Kaltim ini.<br /><br />Terhadap seluruh aspirasi tersebut, Syaparudin yang juga Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kaltim berjanji memperjuangkannya melalui bantuan keuangan provinsi kepada Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara dalam Perubahan APBD 2012 maupun APBD murni 2013, termasuk juga melalui dana bantuan sosial (Bansos) dan hibah kepada kelompok masyarakat secara langsung.<br /><br />"Saya pikir aspirasi masyarakat itu wajar saja dan sangat layak untuk dipenuhi pemerintah provinsi, karena itu sebagai wakil mereka, saya akan memperjuangkannya sekuat tenaga," kata Sekretaris Umum Ika Alumni PMII Kaltim itu. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.