Warga Pertanyakan Agen LPG Tak Beroperasi, Dewan Akan Cek Izinnya

MELAWI-Meski sudah lama dibuka, namun Agen gas LPG 3 Kg milik PT. Tanara Kayan Lestari yang berada di kawasan Jalan Provinsi Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Melawi itu tak juga beroperasional melayani masyarakat. Hal itu menjadi pertanyaan bagi warga sekitar dan Anggota DPRD Melawi, apa penyebab tidak beroperasionalnya agen LPG tersebut.
Menurut Kasi Pemerintahan Desa Batu Nanta, Rasian, bahwa agen gas LPG 3 Kg bersubsidi yang berlokasi bersebelahan dengan SPBU Desa Batu Nanta itu memang belum pernah operasional sejak berdiri. Padahal dengan operasional agen gas LPG 3 Kg tersebut, tentu sangat membantu warga dan pangkalan gas di Desa Batu Nanta khususnya dan desa tetangga untuk melakukan transaksi isi ulang gas LPG tersebut.
“Masih minimnya keberadaan pangkalan gas di desa kami menyebabkan masyarakat setempat kesulitan dan jangkauan yang jauh mendapatkan gas subsidi tersebut,” ujar Rasian, didampingi warga Desa Batu Nanta, Marben S, Kamis (27/6/19) di Kota Nanga Pinoh.
Lebih lanjut Rasian mengatakan, dirinya dan warga Desa Batu Nanta khususnya tidak mengetahui mengenai penyebab tidak operasionalnya agen itu untuk melayani kebutuhan masyarakat setempat, termasuk pangkalan gas.
Marbun menambahkan, warga di daerag Batu Nanta sangat berharap operasional agen ini bisa untuk memudahkan masyarakat transaksi isi ulang gas LPG 3 Kg. Selain itu akan bisa menekan harga sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah, dibandingkan dengan harga di kios-kios penyedia LPG 3 Kg yang akan lebih mahal.
“Pihak perusahaan bisa membuka agen gas LPG 3 Kg tersebut untuk melayani masyarakat, dan memudahkan pangkalan gas mendapat gas. Kami berharap sekali agar agen gas ini operasional, karena di kios-kios harga mahal,” ungkapnya.
Terpisah, Kontansius Pose selaku Anggota DPRD Melawi asal Belimbing mengatakan, jika agen tersebut tidak beroperasional sebagaimana mestinya tentu sangat merugikan warga setempat dari sisi pelayanan. Karena agen tersebut tentunya dibuka untuk melayani masyarakat. “Yah kita sangat menyayangkan dan mengeluhkan tidak operasional agen tersebut, mengingat gas LPG 3 Kg ini sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok warga sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Legislatir Gerindra itu mengatakan, pihaknya melalui Komisi DPRD Melawi yang membidangi akan mengecek kelokasi agen dan mempertanyakan pihak perusahaan, Pertamina serta pemerintah setempat terkait penjelasan tidak operasionalnya agen tersebut.
Karena gas LPG 3 Kg ini sudah menjadi keperluan masyarakat sambung Pose, Dia berharap pihak perusahaan membuka agen ini untuk memudahkan warga dan pangkalan isi ulang tabung gas LPG 3 Kg tersebut.
“Kalau pihak perusahaan sudah mengantongi izin dari Pertamina sebagai agen resmi, kenapa tidak operasional sejak berdiri untuk melayani masyarakat. Persoalan ini yang kita mau tau, sehingga berharap kedepan agen bisa operasional, sebagaimana harapan masyarakat,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.