Warga Serawai Keluhkan Gas Menghilang di Pasar

SERAWAI – Warga Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimnatan Barat mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sepekan terakhir ini.

Menurut warga kelangkaan gas elpiji 3 kilo di Kecamatan Serawai dikarenakan adanya ruas jalan yang terendam banjir sehingga mobil penggangkut gas tidak dapat melintasi jalan tersebut.

Selain itu lanjut Adri, kelangkaan gas tersebut diakibatkan adanya razia oleh aparat yang berwajib karena warga Kecamatan Serawai tidak boleh membeli gas ke Kabupaten Melawi dikarenakan beda kabupaten, sehingga masyarakat tidak berani lagi membeli gas ke Kabupaten Melawi.

Menurut Adri, kalau pun ada stok di pedagang eceran harganya berkisar Rp 33-40 ribu pertabung.

“Saya berusaha untuk mencari gas di tempat agen maupun kios-kios, tapi sulit mendapatkannya,” kata Adri, Sabtu (17/11/2018).

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sintang, Dapil Serawai-Ambalau, Guntur mengaku sudah mendapat informasi tentang kelangkaan gas 3 kilogram di Serawai. Menurutnya, kelangkaan gas tersebut selain ruas jalan yang terendam banjir juga akibat kurangnya pasokan gas.

“Jadwal pemasokan yang tidak tepat dan terjadi perubahan sehingga gas elpiji yang subsidi itu terlambat disalurkan ke Serawai” kata Guntur.

Lanjut Politisi Nasdem ini, kita minta Pertamina segera tingkatkan pasokan gas ke pangkalan di Kecamatan Serawai, sehingga bahan bakar ini mudah diperoleh masyarakat setiap saat dan harganya normal, pinta Guntur.

“Kasihan masyarakat kecil kalau persedian gas elpiji di Serawai mengalami kelangkaan, dan harga mahal, sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar tersebut, Sedangkan untuk beralih ke minyak tanah itu tidak mungklin karena mendapatkan minyak tanah lebih susah dari pada mendapatkan emas.

Untuk itu, kita mengharapkan Pertamina meningkatkan pasokan gas ke pangkalan di Kecamatan Serawai, sehingga persediannya kembali stabil dan harganya normal, harap, Guntur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.