Wartawan Di Pukuli Oknum Polisi Saat Liput Demo

Tiga wartawan dipukuli beberapa oknum polisi saat meliput demontrasi damai yang digelar massa etnis Tiong Hoa Falun Dafa di depan Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Sabtu. <p style="text-align: justify;">Tiga wartawan dipukuli beberapa oknum polisi saat meliput demontrasi damai yang digelar massa etnis Tiong Hoa Falun Dafa di depan Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Sabtu.<br /><br />Korban masing-masing kontributor Trans7 Lukman Rozak, reporter Radio El-Shinta Septa Rudianto, dan reporter TVRI Joko Hermanto. Akibatnya, mereka menderita luka lebam di bagian wajahnya.<br /><br />"Kami bingung mengapa dijadikan sasaran pemukulan oleh beberapa oknum polisi. Padahal, saat itu kami sedang bekerja dan meliput. Apalagi kami sudah memakai kartu identitas wartawan," ujar salah seorang korban, Septa Rudianto.<br /><br />Sebelum memukuli wartawan, polisi yang melakukan penjagaan sempat membubarkan aksi massa yang menyuarakan hak asasi suatu kelompok politik di China, dan awalnya peliputan berjalan normal.<br /><br />Kejadian berubah tepat saat polisi yang mengawal aksi berupaya membubarkan massa dengan sedikit keras. Hal ini tentu membuat para wartawan tertarik untuk mengabadikan momen tersebut. Namun tiba-tiba beberapa petugas Polrestabes Surabaya menghalau para wartawan untuk merekam pembubaran demonstrasi.<br /><br />"Polisi meminta wartawan tidak merekam pembubaran massa. Tidak hanya itu, mereka juga memukul dengan tongkat, helm dan tendangan kepada kami," tutur Septa yang juga Ketua Aliansi Wartawan Radio (Alwari) Kota Surabaya tersebut.<br /><br />Sedangkan, korban lainnya, Lukman Rozaq mengaku terkejut ketika polisi berusaha menghalangi dengan kekerasan ketika dirinya mengambil gambar salah seorang peserta aksi Falun Dafa dimasukkan truk polisi.<br /><br />"Beberapa polisi melarang para wartawan mengambil gambar itu. Tiba-tiba salah ada satu polisi memukul saya. Kemudian ada rekan polisi lain terpancing dan ikut memukuli juga," ucap Lukman yang setelah kejadian langsung mendapat perawatan dan divisum di RSU dr Soetomo, Surabaya.<br /><br />Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korwil Surabaya, Hari Tambayong mengaku sangat menyesalkan insiden tersebut. Pihaknya juga dipastikan akan melapor ke Polrestabes Surabaya akibat adanya pengeroyokan dan penganiayaan terhadap wartawan.<br /><br />"Ini tidak bisa dibiarkan. Saat terjadi peristiwa itu, rekan kami sedang bertugas meliput. Karena itu, kami akan melaporkannya dan berharap ada tindakan tegas pihak kepolisian," katanya, menegaskan.(Eka/Ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.