Ma Kapan Ya Mata Zaki Sembuh

MELAWI-Fitriyani, Ibu dari Zakiarta, bocah berusia 3,1 tahun yang menderita tumor dibagikan kelopak mata kirinya tak tahan menahan air matanya ketika menceritakan Zakiarta dalam menjalani hari-hari saat dalam keadaan sakit. Meski tak pernah mengeluh sakit di bagian matanya, namun Ia sering kali mengucapkan kata-kata yang membuat haru.
“Zaki jarang mengeluh sakit di bagian matanya. Hanya di bagian bawah telinganya yang mulai membengkak itulah yang dikeluhkan ya sering sakit. Zakiarta sering bertanya-tanya kepada Saya dan Ayahnya, dengan kata kata yang membuat saya tak bisa menahan tangis. Ia sering bertanya. MA apan ya mata Zaki Sembuh. Kata-kata itu sering diucapkannya,” kisah Fitri, Sabtu (16/6)
Lebih lanjut Fitri menceritakan, hari-hari Zakiarta seperti anak sehat lainnya. Ia masih sering bermain dengan teman-teman sebayanya di dalam rumah. Namun kadang kala ketika Ia melihat orang-orang baru dan datangnya orang ke rumah, Ia tidak mau keluar, karena malu jika dilihat.
“Ketika kami tanya, kenapa tadi Zaki tidak mau keluar. Seperti orang yang sudah mengerti, Ia menjawab bahwa dirinya malu dilihat orang ramai. Mendengar itu, hati saya merasa terenyuh, sembari memikirkan kenapa nasib anak saya seperti ini,” ucapnya.
Kondisi fisik Zakiarta dalam keadaan sehat, Ia masih bisa bermain seperti biasanya. Makan pun Ia masih seperti biasanya. “Alhamdulillah kalau makan dia masih mau, begitu juga kinun susu. Makanya badannya terlihat sehat, tidak lemas,” kata Fitri.
Fitri berharap, anaknya bisa menjalankan dan mendapatkan pengobatan yang maksimal di RSCM nantinya. Meskipun tumor mata anaknya harus diangkat, Ia ikhlas, asalkan penyakit anaknya bisa disembuhkan. “Kami selalu berdoa agar Allah mengangkat penyakit anak kami, dan memberikan. Kesembuhan total kepadanya,” harapnya.
Terhadap biaya pengobatan yang diperoleh dari hasil penggalangan, Fitri mengucapkan terima kasih banyak kepada para relawan. Karena sangat memberikan perhatian yang sangat besar terhadap anaknya. “Tentu ini motivasi bagi kami orangtuanya. Teman teman relawan saya bersemangat menggalang dana untuk anak kami, tentu kami harus lebib semangat mengobati anak kami,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.