Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mencatat sebanyak 1.360 tenaga kerja Indonesia berangkat ke Sabah, Malaysia, sepanjang April 2013. <p style="text-align: justify;">Kepala Pos Tempat Pemeriksaan Keimigrasian (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Nasution di Nunukan, Senin, menyatakan bahwa jumlah TKI yang berangkat tersebut sebagian masih baru dan sebagian lagi adalah WNI yang telah lama bekerja di sejumlah perkebunan kelapa sawit di negeri bagian Malaysia.<br /><br />Yang membedakan, menurut dia, adalah WNI yang berangkat tersebut berstatus TKI dilihat dari dokumen keimigrasian yang dimiliki, yaitu paspor 24 halaman yang terdiri atas 906 laki-laki dan 454 perempuan.<br /><br />"TKI yang berangkat ke Sabah (Malaysia) itu pada umumnya bekerja sebagai peladang di perkebunan kelapa sawit," ungkap Nasution.<br /><br />Nasution juga menjelaskan bahwa WNI yang berangkat ke Sabah menggunakan paspor 48 halaman sebanyak 3.358 laki-laki dan 2.475 perempuan.<br /><br />Dari WNI yang menggunakan paspor lawatan itu (48 halaman) tidak tertutup kemungkinan terdapat di antaranya akan mencari pekerjaan di Sabah dan sebagian lagi merupakan pedagang lintas batas asal Sulawesi Selatan.<br /><br />"Tidak tertutup kemungkinan WNI pengguna paspor 48 halaman yang digunakan menyeberang ke Malaysia adalah pencari kerja," katanya.<br /><br />Selanjutnya, kata dia, TKI asal Malaysia yang kembali ke kampung halamannya sepanjang April 2013 sebanyak 1.365 orang yang terdiri atas 853 laki-laki dan 512 perempuan.<br /><br />TKI yang pulang melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan tersebut, kata Nasution, sebagian besar pulang ke Sulsel dan Sulbar.<br /><br />Sementara itu, WNI yang pulang dari Malaysia dengan menggunakan paspor 48 halaman sebanyak 4.209 orang yang terdiri atas 2.277 laki-laki dan 1.932 perempuan.<strong> (das/ant)</strong></p>

















