1.450 Angkutan Umum Di Kotim Berhenti Operasi

oleh

Sedikitnya 1.450 kendaraan angkutan umum yang tergabung dalam Organda Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah akan berhenti operasi sebagai bentuk protes sikap pemerintah menaikkan harga BBM subsidi. <p style="text-align: justify;">"Keputusan penghentian operasi terhitung sejak Rabu (19/11) pukul 00.00 dan hal itu merupakan Hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP Organda 2014 di Semarang," kata Ketua DPC Organda Kabupaten Kotim, Zulkifli Nasution di Sampit, Selasa.<br /><br />Penghentian operasi tersebut berskala nasional dan hal itu dilakukan sebagai bentuk protes Organda atas sikap pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.<br /><br />Menurut Zulkifli, aksi berhenti beroperasi dengan mengandangkan kendaraan di rumah masing-masing.<br /><br />Kendaraan angkutan yang menghentikan operasi tidak hanya kendaraan angkutan barang saja, melainkan juga kendaraan angkutan penumpang, termasuk bus.<br /><br />"Kami masih belum tahu sampai kapan kami akan berhenti beroperasi, yang jelas aksi itu akan kami mulai sejak Rabu (19/11)," katanya.<br /><br />DPC Organda Kabupaten Kotim akan mengkoordinasikan kembali aksi berhenti operasi tersebut dengan pihak DPP Organda karena aksi tersebut satu komando.<br /><br />"Kami melakukan semua ini sebagai bentuk keprihatinan Organda. Ketidakberpihakan pemerintah terhadap angkutan umum sangat terlihat," ungkapnya.<br /><br />DPC Organda Kotim akan terus melakukan komunikasi dengan seluruh anggotanya terkait aksi berhenti beroperasi itu.<br /><br />"Saya berharap aksi berhenti operasi tersebut tidak hanya kendaraan angkutan yang tergabung dalam Organda saja, tetapi kendaraan di luar anggota Organda," katanya.<br /><br />Sementara pemerintah telah menetapkan harga baru BBM subsidi, untuk premium ditetapkan dari Rp6.500 menjadi Rp8.500. Harga solar ditetapkan dari Rp5.500 menjadi Rp7.500. (das/ant)</p>