1.933 Pelajar Ikuti Porpprov Kaltim Di Bontang

oleh

Sebanyak 1.933 pelajar dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Provinsi (Porpprov) 2014 di Kota Bontang. <p style="text-align: justify;">Porpprov Kaltim dan Kalimantan Utara XIII yang sedianya dibuka langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tersebut batal dan akhirnya dibuka Wali Kota Bontang Adi Dharma, Selasa.<br /><br />"Saya menyambut gembira Popprov Kalimantan Timur dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini untuk meningkatkan prestasi di kalangan pelajar untuk terus mengukir prestasi sebanyak mungkin," ungkap Adi Dharma saat membacakan sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, pada pembukaan Porpprov Kaltim.<br /><br />Pekan Olahraga pelajar Provinsi Kaltim dan Kaltara itu, kata Adi, Dharma sebagai upaya mencari bibit atlet yang akan mewakili Kaltim dan Kaltara pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII/2015 di Bandung, Jawa Barat.<br /><br />Ketua Panitia Porpprov Kaltim Bambang Cipto Mulyono mengatakan kegiatan yang berlangsung mulai 16-21 Desember 2014 itu mempertandingkan 19 cabang, yakni, atletik, basket, voli, bulutangkis, voli pasir, dayung, gulat judo, karate, panahan, pencak silat, renang senam, takraw, sepak bola, tekwondo, tenis lapangan, tenis meja serta tinju.<br /><br />Sementara, dari 12 kabupaten/kota yang mengikuti Porpprov Kaltim dan Kaltara itu lanjut Cipto Mulyono, kontingen terbanyak dari tuan rumah sendiri yakni Kota Bontang dengan 360 atlet, disusul Kota Samarinda dengan 288 atlet kemudian Kutai Kartanegara mengirimkan 263 atlet dan Kota Balikpapan dengan 260 atlet.<br /><br />Kontingen paling seidikit mengirimkan atlet yakni Kabupaten Malinau yakni hanya 23 pelajar.<br /><br />"Tujuan dan sasaran digelarnya Porpprov Kaltim dan Kaltara 2014 ini sebagai upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta mencari bibit yang akan mewakili Kaltim dan Kaltara pada Popnas di Jawa Barat," ujar Cipto Mulyono.<br /><br />Ia berharap, para peserta Porpprov XIII itu tetap menjunjung tinggi sportivitas sehingga kegiatan olahraga yang digelar tiga tahun sekali bagi para pelajar itu betul-betul menghasilkan atlet berkualitas. (das/ant)</p>