100 Hektare Sawah Di Bengkulu Gagal Panen

oleh

Sekitar 100 hektare sawah di Kota Bengkulu gagal panen akibat kurangnya pasokan air yang mengairi areal persawahan daerah itu, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Arif Gunadi. <p style="text-align: justify;">Sekitar 100 hektare sawah di Kota Bengkulu gagal panen akibat kurangnya pasokan air yang mengairi areal persawahan daerah itu, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Arif Gunadi.<br /><br />"Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan, hingga saat ini sekitar 100 hektare areal tanaman padi di daerah ini mengalami gagal panen akibat musim kemarau yang berlangsung dalam dua bulan terakhir," kata Arif Gunadi, Senin.<br /><br />Lokasi sawah yang mengalami gagal panen antara lain berlokasi di Kecamatan Singaran Pati, Sungai Serut dan Muara Bangkahulu.<br /><br />"Para petani menderita kerugian mencapai ratusan juta rupiah akibat tanaman padi mereka gagal panen. Bila setiap hektare petani mengalami kerugian sekitar Rp3 juta maka kerugian petani mencapai Rp300 juta," katanya.<br /><br />Saat ini, dari 1.536 hektare sawah yang sudah ditanami di daerah itu sebanyak 246,75 hektare atau 16,06 persen juga mengalami kekeringan dan terancam gagal panen apabila hujan jarang turun dalam satu minggu ke depan.<br /><br />Lokasi sawah yang terancam gagal panen tersebut berada di Kecamatan Gading Cempaka seluas 41,5 hektare, Sungai Serut seluas 97 hektare dan Muara Bangkahulu seluas 108,25 hektare.<br /><br />Tanaman padi yang mengalami kekeringan dan terancam gagal panen tersebut rata-rata berusia 1-1,5 bulan. Jika dalam satu minggu ini masih ada hujan yang turun maka para petani masih bisa memanen hasil padi mereka mencapai 60 persen dari keseluruhannya.<br /><br />"Padi di kecamatan Selebar yang masih berusia sebulan juga mengalami kekeringan namun masih bisa diselamatkan dengan memompakan air namun kami agak kerepotan untuk daerah Kelurahan Semarang dan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu karena sumber air yang akan dipompakan tidak ada," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, untuk masa penanaman padi kembali mereka memperkirakan akhir Oktober atau awal November 2011 sudah bisa dimulai.<br /><br />"Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, minggu keempat September 2011 musim hujan sudah tiba di Kota Bengkulu sehingga kami harapkan akhir Oktober atau awal November para petani sudah dapat mulai menanam padi," ujarnya.<br /><br />Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu Saryono mengatakan, setiap tahunnya para petani padi di daerah itu dengan luas lahan 3.100 hektare dapat menghasilkan padi sekitar 12.532 ton gabah kering giling.<br /><br />"Pada 2010 hasil panen padi para petani di Kota Bengkulu mencapai 12.532 ton Gabah Kering Giling dalam dua kali pemanenan dari luas 3.100 hektare. Untuk tahun ini kami perkirakan hasil yang diperoleh menurun sekitar 10 persen dibandingkan dari 2010," ujarnya.(Eka/Ant)</p>