102 Warga Binaan Lapas Sungailiat Terjerat Narkoba

oleh

Sebanyak 102 orang atau 25 persen dari 374 warga binaan (WB) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sungailiat, Kabupaten Bangka, terjerat kasus narkoba karena pengaruh lingkungan dan berusaha menambah penghasilan. <p style="text-align: justify;">Sebanyak 102 orang atau 25 persen dari 374 warga binaan (WB) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sungailiat, Kabupaten Bangka, terjerat kasus narkoba karena pengaruh lingkungan dan berusaha menambah penghasilan.<br /><br />"Dari 102 orang yang terjerat kasus narkoba dengan rincian 24 orang tahanan dan 78 orang yang sudah ditetapkan sebagai narapidana dengan vonis hukuman rata-rata lima tahun penjara," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Kelas II B Sungailiat, Fakhri di Sungailiat, Kamis.<br /><br />Bahkan, kata dia, dari 102 orang yang terjerat kasus narkoba terdapat 83 orang sebagai pengedar dan 19 orang lainnya sebagai pengguna. Tahanan dan narapidana kasus narkoba diberikan perhatian khusus termasuk memisahkan ruang tahanan dengan warga binaan kasus lain.<br /><br />"Dipisahkannya ruang tahanan narkoba yang berjarak sekitar 10 meter dari tahanan kasus berbeda, dimaksudkan untuk mempermudah bagi kami melakukan pembinaan dan pengawasan," jelasnya.<br /><br />Fakhri menjamin bahwa, warga binaan kasus narkoba tidak akan menggunakan barang haram tersebut di dalam Lapas, karena setiap saat petugas Lapas (Sipir) melakukan pengawasan dan pemeriksaan langsung kepada yang bersangkutan maupun orang lain yang berkunjung ke Lapas.<br /><br />"Saya bersyukur sampai sekarang belum pernah terjadi penggunaan narkoba di Lapas Sungailiat," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pihaknya juga akan menindak tegas dengan memberikan sanksi kepada pegawai Lapas mulai dari penundaan golongan sampai pemecatan jika terbukti mengkonsumsi narkoba.<br /><br />"Siapapun orangnya yang terbukti menggunakan narkoba tetap dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku," demikian Fakhri.(Eka/Ant)</p>