11.000 Masyarakat Kubu Raya Sasaran Program KB

oleh

Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, menyatakan pada tahun 2011 bersama BKKBN Kalimantan Barat menargetkan 11 ribu peserta KB baru sebagai upaya mewujudkan keluarga harmonis dan sejahtera di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">"Pencanangan Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Kubu Raya resmi kita mulai pada hari ini, di mana peluncuran kegiatan ini telah diresmikan oleh Bupati Kubu Raya dan Kepala BKKBN Kalimantan Barat dihadiri ratusan masyarakat yang turut hadir di gedung PGRI Sungai Ambawang ini," kata ketua Tim Pengerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan di Sungai Ambawang, Kamis.<br /><br />Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan petunjuk teknis kegiatan PKK pusat dan Kemendagri, dalam upaya terwujudya keluarga sejahtera khususnya di tingkat desa, kelurahan dan bahkan hingga RT.<br /><br />"Ini merupakan kegiatan yang kita laksanakan dengan upaya untuk menciptakan keluarga sejahtera, dengan mengacu pada petunjuk teknis PKK Pusat dan Kemendagri. Untuk itu kita menargetkan untuk capaian KB di Kubu Raya sebanyak 11 ribu dalam tahun ini, dengan 1010, kelompok KB baru," tutur Rosalina.<br /><br />Ia mengatakan bahwa dengan KBKES itu diharapkan bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang KB dan Kesehatan sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan bisa meningkat, baik mulai dari pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan dan hingga pemeriksaan kesehatan rutin anak balita.<br /><br />Rosalina juga mengatakan bahwa saat ini kesadaran masyarakat Kubu Raya untuk ber-KB dan memeriksakan kesehatan masih belum maksimal, sehingga ia mengharapkan dengan program KBKES 2011, bisa meningkatkan peran serta semua masyarakat di kabupaten itu.<br /><br />Terkait dengan luasnya wilayah Kubu Raya dan Banyaknya jumlah penduduk, Rosalina mengatakan itu menjadi tantangan tersendiri bagi PKK dan semua pemangku kebijakan di daerah itu.<br /><br />"Untuk itu, kita akan bersama-sama meningkatkan koordinasi hingga ke tingkat desa, Kelurahan dan RT, untuk menyebarluaskan informasi penting tersebut," kata Rosalina.<br /><br />Sementara itu, Kepala BKKBN Prov Kalbar, Dwi Listyawardani mengatakan bahwa dalam upaya menyukseskan dan mencapai keluarga bahagia dan sejahtera, harusnya sudah dimulai dari sejak merencanakan perkawinan.<br /><br />Sehingga dengan perencanaan yang matang sejak awal akan lebih mudah menata dan membina keluarga yang baik.<br /><br />"Berdasarkan pengalaman yang ada, kendala yang sering dihadapi dalam melaksanakan KBKES adalah banyaknya pasangan menikah yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat dan terlalu banyak, sehingga dalam membangun keluarga tidak bisa maksimal," tuturnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>