11.151 Kuota Penerima BSM Di Melawi

oleh

Beasiswa Siswa Miskin (BSM) yang memang dialokasikan untuk siswa tidak mampu jumlahnya ternyata cukup besar. <p style="text-align: justify;">Di Melawi sendiri ada 11.151 siswa yang terdaftar sebagai penerima BSM. BSM ini sendiri diharapkan bisa mengurangi beban siswa terutama untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Melawi, Paulus mengungkapkan 11.151 penerima BSM adalah kuota untuk kabupaten Melawi di tahun 2013 lalu. Jumlah tersebut terdiri dari penerima yang memiliki KPS (Kartu Perlindungan Sosial) dan Non KPS. <br /><br />“Kuota KPS sebanyak 1.104 penerima dan sisanya non KPS. Penyaluran BSM dilakukan melalui kantor pos dan diambil langsung oleh siswa bersangkutan,” ujarnya. <br /><br />Kendati demikian, penyaluran BSM memang kerap kali bermasalah di lapangan. Paulus mengakui, ia sering menerima laporan soal adanya dana BSM yang tidak diterima utuh oleh siswa. Dulu, dari pusat memang membuat aturan tegas bahwa yang mengambil BSM haruslah siswa yang bersangkutan untuk mengurangi penyimpangan. Hanya kemudian bisa dikuasakan pada pihak sekolah karena berat ongkos transportasinya.<br /><br />“Karena biasanya untuk mengambil BSM ini diwakilkan kepada kepala sekolah. Alasannya, kantor pos yang ada kan cuma di ibukota saja. Kalau dari sekolah yang dipedalaman harus mengambil sendiri siswanya, ongkosnya bisa lebih besar daripada beasiswa yang diterimanya,” terang Paulus.<br /><br />Jumlah BSM yang disalurkan untuk satu orang siswa nominalnya memang cukup besar. Untuk SD BSM yang diberikan sebesar Rp 450 ribu per tahun. SMP sebesar Rp 575 ribu per tahun dan untuk tingkat SMA/SMK mencapai Rp 1 juta per tahun.<br /><br />Hanya, terang Paulus, terkadang sekolah juga mengambil kebijakan terkait dengan penyaluran BSM. Karena kuota BSM untuk setiap sekolah terbatas, bahkan cenderung minim, BSM yang harusnya diberikan pada satu siswa, dibagi lagi ke siswa lain yang tidak masuk dalam kuota penerima.<br /><br />“Ini juga menjadi salah satu sebab mengapa siswa menerima kurang. Biasanya jumlah siswa yang miskin justru lebih banyak dari kuota BSM yang tersedia. Misalnya satu sekolah hanya belasan siswa dapat BSM padahal yang miskin ada puluhan. Sekolah akhirnya bikin kebijakan, jumlah BSM di bagi lagi dengan siswa lain agar adil,” katanya.<br /><br />Paulus menegaskan, seharusnya dalam penyaluran BSM sekolah tidak diperbolehkan memotong atau membagi lagi pada siswa lain yang tak masuk dalam kuota penerima. Hanya memang hal tersebut diterapkan mengingat siswa yang miskin jumlahnya lebih banyak apalagi berpijak pada rasa keadilan.<br /><br />“Makanya kita terus mengusulkan penambahan kuota BSM untuk Melawi. Bila memang ada laporan penyalahgunaan, kita akan minta pertanggungjawaban sekolah,” paparnya. <br /><br />Berdasarkan data Disdik Melawi, untuk SD, kuota BSM sebanyak 8.313 penerima, SMP 1.769 penerima dan SMA sebanyak 428 penerima dan SMK sebanyak 641 penerima. <strong>(ek/kn)</strong></p>