Balai Pemasyarakatan (Bapas) Sintang memberikan pelatihan mengemudi bagi 12 orang narapidana dengan harapan ketika mereka kembali ke masyarakat, sudah memiliki bekal ilmu mengemudi sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak. <p style="text-align: justify;">Selasa (8/112011) kemarin, acara penutupan pelatihan dilaksanakan di Rumah Singgah Bapas Sintang, 12 orang bang napi yang mengikuti kegiata itu adalah warga binaan yang sudah maupun sedang menjalani binaan di Lapas Sintang, Kapuas Hulu dan Sanggau.<br /><br />Juliharto, salah seorang peserta pelatihan mengaku dengan bekal keterampilan itu ia mampu hidup dan menjalani hari-hari bersama istri dan dua anaknya.<br /><br />“Saya hanya tamatan SMP dan dengan bekal ini saya optimis bisa menghidupi istri dan anak saya,” ujar pria yang sudah dua tahun lebih menjalani hukuman di LP Sanggau karena tersangkut kasus pencurian dengan kekerasan yang divonis hukuman 3,5 tahun.<br /><br />Lelaki asal Blitar ini sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada dirinya untuk ikut pelatihan tersebut.<br /><br />“Sebelum berurusan dengan hukum, saya pernah menjalani usaha berdagang nasi goreng, sekarang mau berjualan rasanya belum dapat dilakukan, selain ketiadaan modal juga belum dapat diterima masyarakat,” keluhnya.<br /><br />Namun menurutnya, petihan selama dua mingggu dan diberikan sertifikat keterampilan mengemudi serta Surat Ijin Mengemudi Golongan A, ia merasa kembali punya harapan.<br /><br />“Saya akan bekerja dengan rekan saya yang supir, biar untuk sementara saya jadi kernet dulu,” tukasnya.<br /><br />Ketua panitia pelatihan, Sumardiyanta mengatakan pelatihan keterampilan dimulai sejak 24 Oktober 2011 lalu.<br /><br />“Pelatihan mengemudi ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Sintang dan kepada 12 orang warga binaan ini, juga langsung diberikan SIM A, sertifikat, kaos serta uang saku,” jelasnya.<br /><br />Menurutnya, pelatihan keterampilan dan kemandirian mengemudi ini bertujuan membentuk warga binaan atau klein pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. <br /><br />“Juga diharapkan dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab,” ucapnya.<br /><br />Kepala Bapas Sintang, Djoko Setiawan mengatakan wilayah kerja Bapas Sintang adalah lima kabupaten diwilayah Timur Kalbar.<br /><br />“Dengan pelatihan ini diharapakan dapat menjadi bekal bagi klien pemasyarakatan Bapas Sintang, agar lebih mandiri dan matang dan tidak ketergantungan dengan orang lain dan juga dapat bertanggungjawab bagi dirinya dan keluarga, masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.<br /><br />Menurutnya, ilmu yang sudah didapat dapat menjadi bekal untuk kembali kemasyarakat dan dengan adanya bekal ini, supaya mereka tidak kembali terjerumus ke lubang yang sama.<br /><br />“Pelatihan merupakan program tahunan kami, jika tahun sebelumnya diberikan pelatihan keterampilan instalasi listrik, tahun ini mengemudi, tahun depan dan seterusnya akan terus dilaksanakan dengan pelatihan yang berbeda,” kata dia.<br /><br />Sementara, Instruktur mengemudi dari Polres Sintang, Bripka R Simanjuntak mengaku pengamalannya ketika membimbing ke 12 orang ini mengemudi cukup baik, karena nyali mereka besar sehingga cepat trampil. <br /><br />“Kami berharap agar tertib berlalu lintas ketika mengendarai kendaraan. Cukup sekali masuk penjara, itu merupakan pengalaman dan jangan diulangi,” ujarnya. <strong>(phs)</strong></p>















