13.883 Warga Kotabaru Masih Buta Huruf

oleh

Sebanyak 13.883 orang warga Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masih belum bisa baca tulis atau buta huruf. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru H Eko Suryadi Widodo Syahdan MM, didampingi Kabid Pendidikan Luar Sekolah Slamet Riyadi, Kamis, mengatakan, jumlah masyarakat yang masih buta huruf berkisar 7,04 persen atau sekitar 13.883 orang.<br /><br />"Masih tingginya angka buta aksara tersebut terungkap dari hasil sensus penduduk 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik Kotabaru," ujarnya.<br /><br />Anehnya, lanjut Slamet, jumlah terbesar warga yang masih buta huruf berada di wilayah kecamatan ibukota yakni, Pulau Laut Utara, mencapai 1.644 orang atau sekitar tiga persen dari jumlah penduduknya.<br /><br />Kantong-kantong warga yang masih buta huruf juga berada di daerah pedalaman dan pesisir, seperti Kecamatan Pulau Laut Barat sebanyak 1.124 orang atau sekitar 9,54 persen dari jumlah pendudukanya.<br /><br />Selain itu juga terdapat di Hampang sebanyak 1.207 orang atau sekitar 17,74 persen dari jumlah penduduknya.<br /><br />"Prosentasi warga buta huruf tertinggi di Hampang, wajar karena daerah tersebut masih banyak warga yang bermukim di daerah-daerah pedalaman," tambahnya.<br /><br />Sedangkan prosentase terendah warga yang msih buta huruf berada di wilayah Kecamatan Kelumpang Tengah, yakni sekitar 2,17 persen atau sebanyak 188 orang dari jumlah penduduknya sekitar 8,6 ribu jiwa.<br /><br />Kelompok umur terbesar warga yang buta huruf tersebut berada di usia 45 tahun keatas, jelasnya.<br /><br />Menurut Slamet, faktor dominan masih tingginya angka buta huruf di Kotabaru diantaranya, masalah budaya.<br /><br />"Sebagian mereka mengatakan, tidak bisa baca tulisi saja tidak apa-apa yang penting sudah bisa cari uang," terangnya.<br /><br />Selain budaya, geografis, pelupa, dan malas atau malu.<br /><br />Tidak sedikit meraka yang tercatat sebagai warga buta aksara, sebelumnya pernah mengikuti pelatihan atau kelompok belajar, tetapi lama tidak dikembangkan/lanjutkan sehingga lupa kembali.<br /><br />Untuk mengurangi tingginya angka buta aksara tersebut, pemerintah telah menggelontorkan dana miliaran rupiah memalui beberapa program, diantaranya, membangun kelompok belajar atau pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).<br /><br />Serta membuka ujian paket, untuk mengatasi masyarakat dan anak-anak yang putus sekolah, untuk paket A bagi yang tidak lulus SD, paket B bagi yang belum lulus SMP dan paket C bagi yang belum lulus SMA. <strong>(phs/Ant)</strong></p>