13 Jenazah Korban Heli Jatuh Berhasil Diidentifikasi

oleh

Sebanyak 13 jenazah korban jatuhnya heli TNI Angkatan Darat di Kampung Latang, Desa Lembulan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, pada Sabtu (9/11) berhasil diidentifikasi tim DVI (disaster victim identification) Polda Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">Kepala Penerangan Kodam VI/Mulwarman Kolonel (Inf) Legowo WR Jadmiko, dihubungi dari Samarinda Rabu malam menyatakan, ke-13 jenazah dari 14 korban tewas jatuhnya heli TNI jenis MI-17 itu selanjutnya akan diserahkan tim DVI ke Pangdam Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman pada Kamis (21/11) sekitar pukul 06. 30 Wita.<br /><br />"Hari ini (Rabu) 13 jenazah korban tewas heli berhasil diidentifikasi dan Kamis jenazah akan diserahkan tim DVI ke Pangdam VI Mulawarman, selanjutnya akan diserahkan ke keluarga masing-masing," kata Legowo.<br /><br />Ke-13 jenazah yang akan diserahkan ke keluarganya itu, lima di antaranya merupakan personel TNI dan delapan orang warga sipil.<br /><br />Jenazah korban helikopter MI-17 tersebut, tujuh di antaranya akan dibawa ke luar Kalimantan Timur, yakni Lettu CPN Agung Budiarjo akan dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan, Kapten CZI Sardi akan dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.<br /><br />Empat jenazah akan diterbangkan ke Semarang, Jawa Tengah, dua di antaranya warga sipil yakni Desi Priyanto dan Tumin Wahyudi serta dua personel TNI masing-masing Lettu CPN Rohmat dan Serja Aan.<br /><br />Satu jenazah personel TNI lainnya yakni, Kapten CPN Wahyu Ramdan akan diterbangkan ke Bandung, Jawa Barat.<br /><br />Sementara, enam jenazah warga sipil yang akan dipulangkan ke Desa Apauping yakni, Bilung Lengkang, Lingling, AsunSam, Gring Bilung dan Hirodis.<br /><br />Keenam korban tewas dari Desa Apauping itu diterbangkan menggunakan heli MI-17 dan akan diantar langsung Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, Komandan Korem 091 Aji Suryanata Kesuma, Bupati Malinau serta Kapendam menggunakan heli Bell 412.<br /><br />Sementara, tujuh jenazah yang akan diterbangkan ke luar Kaltim dan Kaltara akan diantar Komandan Satuan Penerbangan Angkatan Darat.<br /><br />"Pangdam bersama Danrem dan Bupati sendiri yang akan mengantar keenam jenazah ke Desa Apauping sekaligus menyerahkan santunan masing-masing Rp55 juta kepada keluarga korban," katanya.<br /><br />"Proses identifikasi memakan waktu selama 11 hari karena dibutuhkan akurasi dan juga terkait kondisi jasad korban," kata Legowo.<br /><br />sebelum dilaporkan jatuh, helikopter milik TNI AD jenis MI-17 itu, berangkat dari Kota Tarakan pada Sabtu pagi (9/11) sekitar pukul 09. 00 Wita dengan mengangkut enam penumpang, tiga di antaranya warga sipil.<br /><br />Sekitar pukul 10.00 Wita, heli tersebut singgah di Desa Apauping untuk mengambil 10 warga yang akan diperbantukan membangun Pos Pamtas Malinau-Serawak.<br /><br />Pada pukul 10.20 Wita, heli tersebut meninggalkan Desa Apauping dengan mengangkut 19 orang beserta logistik menuju Pos Pamtas Malinau-Serawak.<br /><br />Heli tersebut tersebut kemudian dilaporkan jatuh di dekat lapangan bola Pos Pamtas Malinau-Serawak.<br /><br />Akibat kejadian itu, 13 orang dilaporkan meninggal sementara enam lainnya selamat.<br /><br />Namun, setelah bertahan selama tiga hari yakni pada Senin (11/11) akhirnya salah satu korban dari enam orang selamat dalam kecelakaan helikopter bernama Mendan Bilung akhirnya meninggal dunia.<br /><br />Mendan meninggal karena luka bakar 90 persen yang dialaminya pasca kecelakaan helikopter tersebut. Kaswir <strong>(das/ant)</strong></p>