13 Organisasi Kemahasiswaan Tolak Kenaikan Harga BBM

oleh

Sebanyak 13 organisasi kemahasiswaan di Kalimantan Tengah yang tergabung di gerakan mahasiswa (Geram) mendatangi kantor DPRD Provinsi untuk menyampaikan sikap menolak kenaikan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.00 "Kebijakan yang diambil dan diputuskan Pemerintah Pusat bersama DPR RI tidak mempersentasikan kehendak Rakyat. Kami menolak kenaikan harga BBM dan wujudkan kedaulatan menteri," kata Koordinator Geram Jimmi S di Palangka Raya, Senin. <p style="text-align: justify;">Ke 13 organisasi kemahasiswaan tersebut menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM, menolak bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), rebut kedaulatan rakyat atas sumber daya alam dan laksanakan reforma agraria sejati, cabut Undang-undang mihas nomor 22 tahun 2001, UU no11/1967, dan UU Penanaman Modal No25/2007 yang mengapdi pada imperialis.<br /><br />Menuntut pemerintah agar meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi massal, nasionalisasi aset vital yang dikuasai asing, menuntut pemerintah agar mencanangkan penggunaan bahan bakar alternatif ramah lingkungan, memaksimalkan distribusi BBM keseluruh pelosok dan pengawasan yang berkelanjutan oleh pihak berwajib.<br /><br />"Menuntut pemerintah agar segera keluar dari ‘World Trade Organization (WTO)’ dan organisasi multilateral lainnya. Membangun industri di Indonesia," kata Jimmi yang juga presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Bem Unpar itu.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, Geram juga menuntut pemerintah untuk mencabut seluruh kesepakatan Internasional yang tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.<br /><br />Menuntut pemerintah agar mengembalikan fungai APBD dan APBN murni untuk kepentingan rakyat.<br /><br />Menuntut pemerintah agar mengoptimalkan pendapatan negara melalui sektor pajak, dan menjadikan sumber daya mineral sebagai komoditas politik menjelang pemilihan umum tahun 2014.<br /><br />"Semua pernyataan sikap yang juga di tanda tangani sebagian anggota DPRD Kalteng dikirim ke Presiden dan menteri terkait," demikian Koordinator Geram Palangka Raya itu.<br /><br />Organisasi kemahasiswaan yang menolak kenaikan harga BBM tersebut adalah BEM Unpar, PMKRI, GMKI, GMNI, FMN, HMI, KAMMI, PMII, BOM BK, Hima Barito Utara, HIMAPAKAT, Dema Stain, dan KNPI Palangka Raya.<br /><br />Sedangkan legislator yang ikut menandatangani pernyataan sikap menolak kenaikan BBM mayoritas dari semua partai, termasuk diantaranya Partai Demokrat.<br /><br />"Tanda tangan itu sebagai pribadi bukan dari partai. Jadi bukan sikap partai," kata Wakil Ketua DPRD Kalteng yang juga legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) Arief Budiatmo. <strong>(das/ant)</strong></p>