13 PMA berminat Investasi Di Bidang Industri

oleh

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat selama Januari-April 2011 sebanyak 13 perusahaan penanaman modal asing (PMA) sudah menyatakan minat melakukan investasi pada sektor industri dengan melakukan pendaftaran penanaman modal. <p style="text-align: justify;">Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat selama Januari-April 2011 sebanyak 13 perusahaan penanaman modal asing (PMA) sudah menyatakan minat melakukan investasi pada sektor industri dengan melakukan pendaftaran penanaman modal.<br /><br />"Ada 13 perusahaan yang melakukan pendaftaran. Diantaranya ada investasi yang cukup besar seperti investasi British Virgin Islands pada industri minyak makan dan nabati di Dumai, Riau, dan Gresik, Jawa Timur, yang nilainya Rp1,9 triliun," kata Deputi Kepala BKPM Bidang Pelayanan Penanaman Modal Teuku Otman Rasyid di Jakarta, Kamis.<br /><br />Selain itu, kata dia, ada rencana investasi industri pupuk sebanyak 1,25 miliar dolar AS di Kabupaten Bontang (Kalimantan Timur) oleh penanam modal asal India dan investasi senilai Rp65,25 miliar pada bidang industri kimia dasar organik dari penanam modal asal Korea Selatan di Kabupaten Sorong (Papua Barat).<br /><br />"Ada juga investor dari Inggris yang ingin menanamkan modal untuk perkebunan tebu dan industri gula di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dengan nilai investasi 389 juta dolar AS," kata Teuku.<br /><br />Sementara penanam modal lain yang berasal dari beberapa negara termasuk Singapura, Malaysia dan Iran, menurut dia, berminat menanamkan modal pada industri minyak makan dan minyak goreng, industri kimia dasar organik, industri pengolahan susu bubuk, dan industri mesin pertambangan.<br /><br />"Dari yang melakukan pendaftaran selama empat bulan pertama tahun ini, kebanyakan masih berminat pada sektor-sektor industri berbasis sumber daya alam. Pemerintah berusaha mendorong investasi yang memberikan nilai tambah lebih banyak," kata Staf Khusus Kepala BKPM Silmy Karim.<br /><br />Menurut dia, pemerintah juga memberikan berbagai insentif fiskal dan fasilitas untuk menarik lebih banyak investor menanamkan modal pada sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur dan manufaktur serta membantu mereka merealisasikan rencana.<br /><br />"Indonesia sekarang termasuk negara dengan ‘investment rating’ tinggi, perusahaan penanam modal akan mempertimbangkannya sebagai tujuan investasi. Berbagai insentif fiskal juga diberikan," katanya.<br /><br />Dengan kondisi yang demikian, ia yakin, tahun ini akan lebih banyak investasi yang masuk ke Indonesia dan target investasi yang tahun ini ditetapkan sebanyak Rp240 triliun bisa tercapai.<br /><br />"Kami optimistis target bisa tercapai, bahkan terlampaui," katanya.<br /><br />Menurut data BKPM, selama kuartal pertama 2011 realisasi investasi dari penanaman modal asing sudah mencapai Rp39,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp14,1 triliun.<br /><br />Investasi dari dalam negeri utamanya dilakukan pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi; industri mineral bukan logam; industri makanan; listrik, gas dan air; serta perkebunan dan pertanian tanaman pangan.<br /><br />Sedangkan penanaman modal asing utamanya dilakukan pada sektor pertambangan; listrik, gas dan air; transportasi, pergudangan dan komunikasi; perkebunan dan pertanian tanaman pangan; dan industri makanan.(Eka/Ant)</p>