15 Mobil Modivikasi Kepergok Antre BBM

oleh

Sebanyak 15 mobil kepergok tengah mengantre bahan bakar minyak (BBM) saat sidak yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Nusyirwan Ismail di sebuah SPBU. <p style="text-align: justify;">Sidak yang mulai berlangsung Jumat malam sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 Wita itu dimulai di SPBU Jalan Kadrie Oening.<br /><br />Di tempat ini, Nusyirwan Ismail yang didampingi Kepala Satpol PP Ruskan dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda, M. Subhan, mendapati sebanyak 15 mobil tengah mengantre di depan SPBU.<br /><br />Anehnya, saat diperiksa, hanya ada seorang sopir dari 15 mobil yang terdiri tiga unit jenis ‘pickup’ atau bak terbuka, sebuah mobil boks sementara lainnya merupakan mobil pribadi yang tengah mengantre di depan SPBU yang terlihat sudah tutup tersebut.<br /><br />Melihat keganjilan tersebut, Nusyirwan Ismail kemudian membuka terpal penutup salah satu ‘pickup’ dan menemukan bagian bak mobil itu sudah dimodivikasi seperti tangki yang dilengkapi katup dan selang.<br /><br />Setelah mendapati salah satu mobil ‘pickup’ telah dimodivikasi, kecurigaan Nusyirwan Ismail semakin kuat kemudian memeriksa mobil lainnya.<br /><br />"Sidak ini kami lakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah atas sulitnya mendapatkan BBM jenis solar," katanya.<br /><br />"Salah satu laporan yang langsung saya terima dari warga yakni adanya sejumlah mobil yang mengantre di depan SPBU kemudian setelah mengisi solar mobil-mobil tersebut berkeliling ke SPBU lainnya dan setelah kami cek langsung melalui sidak ini ternyata laporan warga itu terbukti," ungkap Nusyirwan Ismail kepada wartawan, disela-sela sidak.<br /><br />Selain mobil ‘pickup’ yang bagian belakangnya telah dimodivikasii, Nusyirwan Ismail juga menemukan puluhan jerigen diduga sebagai penampung solar pada bak bagian belakang mobil lainnya.<br /><br />Sementara, ketika mobil pribadi diperiksa, pada bagian dalam dibawah tempat duduk penumpang juga terdapat bak penampungan BBM.<br /><br />"Temuan ini jelas menunjukkan adanya penyalahgunaan BBM jenis solar dan terindikasi kuat akan dijual ke industri. Jika memang ada unsur pidana, kami akan menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian," kata Nusyirwan Ismail.<br /><br />Saat sidak di SPBU yang berada di kawasan pusat Kota Samarinda itu, tidak satupun terlihat adanya aparat kepolisian yang ikut mengawal kegiatan itu.<br /><br />Namun, selang hampir satu jam setelah ditemukannya 15 mobil modivikasi itu, barulah Kapolsekta Samarinda Ulu bersama Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polresta Samarinda berada di lokasi.<br /><br />Sidak kemudian dilanjutkan ke SPBU jalan poros Samarinda-Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Jalan Pangeran Suryanata.<br /><br />Namum, di SPB yang sudah terlihat tertutup itu tidak ditemukan adanya antrean kendaraan.<br /><br />Rombongan Wakil Wali Kota Samarinda kemudian melanjutkan sidak di Jalan PM. Noor dan menemukan puluhan mobil truk mengantre di depan SPBU.<br /><br />Saat ditanya, salah seorang sopir truk bernama Syahril mengaku setiap malam harus mengantre solar agar bisa mengantar pupuk untuk kebutuhan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur yang berjarak hampir 500 kilometter dari Kota Samarinda.<br /><br />"Sudah beberapa bulan kami harus menganrte seperti ini sebab besok pagi harus mengantar pupuk ke Muara Wahau. Kalau tidak mengantre pada malam hari kami tidak bisa mendapatkan solar," ungkap Syahril yang mengaku membawa pupuk. <strong>(phs/Ant)</strong></p>