16.702 Keluarga Barito Utara Belum Nikmati Listrik

oleh

Sebanyak 16.702 keluarga yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah sampai saat ini belum menikmati energi listrik. <p style="text-align: justify;"><br />"Ribuan warga di 24 desa pedalaman tersebut hingga kini belum mendapat aliran listrik baik dari PLN maupun listrik desa," kata Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut) Sarwo Mulyo di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Menurut Sarwo, kecamatan yang warganya belum menikmati energi listrik itu antara lain di Kecamatan Monttalat sebanyak 1.615 kepala keluarga (KK), Gunung Timang mencapai 2.743 KK, Gunung Purei ada 289 KK dan Kecamatan Teweh Timur 1.207 KK.<br /><br />Kemudian Kecamatan Teweh Tengah sebanyak 2.469 KK, Teweh Baru 1.338 KK, Teweh Selatan 1.736 KK, Lahei 2.225 KK dan Lahei Barat mencapai 3.080 KK.<br /><br />"Setiap tahun kami mengalokasikan dana untuk pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), namun karena dana terbatas maka tidak semua warga mendapatkan aliran listrik, namun kami berupaya secara bertahap menyediakannya," katanya didampingi Kepala Seksi Listrik, Suriadi Musa.<br /><br />Sarwo menjelaskan tahun 2015, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 133 unit PLTS untuk Desa Jamut Kecamatan Teweh Timur, sedangkan melalui APBD Provinsi Kalteng diberikan 134 unit yakni untuk Desa Linon Besi I Kecamatan Gunung Purei 60 unit dan Desa Datai Nirui Kecamatan Teweh Tengah 74 unit.<br /><br />Pada tahun 2014 pihaknya telah menyalurkan 95 unit PLTS untuk Desa Lampeong II Kecamatan Gunung Purei. Tahun 2013 juga telah disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Teweh Timur yakni Desa Sei Liju 146 unit dan Dusun Malateken 66 unit serta Kecamatan Gunung Timang di Desa Pelari 88 unit.<br /><br />Sedangkan pada 2012 disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Lahei yakni desa Rahaden 150 unit, Bengahon 10 unit dan Hurung Enef 50 unit.<br /><br />"Kita harapkan tahun depan alokasi PLTS untuk warga bertambah, karena sesuai surat dari Gubernur Kalteng, minimal 300 unit PLTS dialokasikan oleh kabupaten setempat" jelas dia.<br /><br />Program PLTS sudah dilakukan sejak 2006, dan hingga sekarang sudah terpasang sekitar 500-an unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei.<br /><br />"Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan, dan kesehatan di desa terpencil," katanya.<br /><br />Satu unit PLTS berupa "solar cell" berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt. Kecamatan yang belum menikmati listrik dari PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.<br /><br />"Hingga saat ini listrik dari PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibukota kecamatan, sedangkan masyarakat di pedalaman masih banyak yang belum menikmati listrik," katanya. (das/ant)</p>