16 Siswa Barito Utara Tak Ikuti UN

oleh

Sebanyak 16 siswa dari sejumlah sekolah di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun Ajaran 2012/2013 tanpa alasan jelas. <p style="text-align: justify;">"Di sekolah kami ada tujuh orang siswa yang tidak mengikuti UN tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas," kata Kepala SMKN 1 Muara Teweh Ardian, Senin.<br /><br />Tujuh dari 279 siswa peserta UN itu tidak hadir pada ujian hari pertama, lima perempuan dan dua laki-laki. Sejumlah siswa itu, katanya.<br /><br />"Kami tidak tahu kenapa mereka tidak mengikuti ujian, karena tidak ada pemberitahuan ke sekolah," katanya.<br /><br />Menurut Ardian, pihaknya sebelum pelaksanaan UN sudah memberitahukan kepada semua para siswa bagi terkait masalah baik hukum maupun kawin, pihaknya tetap terbuka menerima sebagai peserta UN.<br /><br />"Kami kesulitan menghubungi para siswa yang tak ikut UN itu, karena kampung halamannya berada di pedalaman," kata Ardian.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Sofiansyah mengatakan jumlah siswa yang tidak mengikuti UN hari pertama di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini mencapai 16 dari 1.589 orang siswa peserta terdaftar.<br /><br />Kegiatan UN 2013 diikuti 1.506 orang siswa dari 13 sekolah negeri dan swasta, yakni selain di dalam kota Muara Teweh juga SMA Tumpung Laung di Kecamatan Montallat, SMA Kandui Kecamatan Gunung Timang, SMA Lahei Kecamatan Lahei, SMA Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Purei.<br /><br />"Penyelenggaraan UN di seluruh sekolah tersebut ini berjalan lancar tanpa ada kendala," katanya.<br /><br />Tahun ini pada hari yang sama juga digelar UN paket C yang diikuti 133 peserta dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Kita di SMPN 2 Muara Teweh, PKBM Mekar Sari SDN 1 Desa Bintang Ninggi Kecamatan Teweh Selatan.<br /><br />Selain itu PKBM Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Muara Teweh dan Paket Kejar Mantataran Kecamatan Gunung Timang.<br /><br />"Ada perbedaan UN tahun ini karena soal dengan lembar jawaban menyatu dengan naskah soal," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, untuk pengawasan UN dilakukan pihak Universitas Palangka Raya (Unpar) dan untuk di dalam kota dilakukan secara silang oleh sejumlah sekolah, sedangkan di kecamatan pengawasnya ditunjuk oleh camat setempat.<br /><br />"Kita harapkan hasil UN tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. Tingkat kegagalan atau keberhasilan merupakan tanggung jawab bersama baik sekolah maupun dinas," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>