167 Titik Panas Di Kotawaringin Timur

oleh

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Ian Septiawan mengatakan di daerah tersebut sedikitnya ada 167 hotspot atau titik panas. <p style="text-align: justify;"><br />"Titik panas sebanyak 167 hasil kebakaran hutan dan lahan tersebut terpantau oleh satelit Terra dan AQUA yang terhitung sejak 1-28 September 2011," kata Kepala SKW II, BKSDA Kotawaringin Timur, Ian Septiawan di Sampit, Kamis.<br /><br />Jumlah titik panas di Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan terbanyak kedua di Kalimantan Tengah setelah Kabupaten Murung Raya, yakni sebanyak 169 titik panas.<br /><br />Titik panas terbanyak ketiga berada di wilayah Kabupaten Gunung Mas 152 titik panas, Seruyan 142, Pulang Pisau 138, Katingan 131, Kapuas 104, Barito Utara 70, Barito Selatan 51, Kotawaringin Barat 50, Lamandau 49, Sukamara 31, Barito Timur 17 dan Kota Palangka Raya 5 titik panas.<br /><br />Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terjadi di areal perkebunan kelapa sawit.<br /><br />Menurut Ian, titik panas di Kotawaringin Timur sempat tidak ada selama lima hari, yakni dari 13-18 September 2011 karena adanya guyuran hujan.<br /><br />Jumlah titik panas di Kotawaringin Timur terbanyak terjadi pada 23 September 2011 dimana pada saat itu jumlahnya mencapai 40 titik panas.<br /><br />"Banyak titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur mengakibatkan Kota Sampit dan sekitarnya sekarang tertutupi asap dan kondisi paling parah terjadi pada malam hari dengan jarak pandang hanya 30-50 meter saja," katanya.<br /><br />Meski telah terjadi peningkatan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan hingga sekarang pemerintah daerah belum melakukan tindakan yang mengarah pada pemadaman bahkan posko penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan masih belum difungsikan dengan maksimal.<br /><br />Sementara Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya dengan maksimal melakukan penanggulangan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />"Selama ini kebakaran yang terjadi di Kotawaringin Timur sangat sulit dikendalikan, bahkan masyarakat maupun pihak perkebunan kelapa sawit saling lempar tanggung jawab," katanya menerangkan.<br /><br />Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Timur untuk tidak membakar lahan dalam membuka areal pertaniannya dan bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terbukti membakar lahan maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.<strong> (das/ant)</strong></p>