Home / Tak Berkategori

17 Titik Panas Di Wilayah Kotawaringin Timur

- Jurnalis

Rabu, 20 Juli 2011 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seksi Konservasi Wilayah II, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menemukan sebanyak 17 titik panas di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Temuan 17 titik panas atau hotspot tersebut berdasarkan pantauan satelit Terra dan AQUA dari 1-19 Januari 2011," kata Kepala SKW BKSDA Kotawaringin Timur, Ian Septiawan di Sampit, Rabu.<br /><br />Titik panas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur masih bayak ditemukan meski telah ada guyuran hujan.<br /><br />Guyuran hujan tidak terlalu mempengaruhi kondisi titik panas, untuk itu masyarakat diharapkan untuk tetap waspada terhadap terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />Setiap titik panas yang muncul dan terbaca oleh satelit Terra dan AQUA tidak selalu akibat kebakaran hutan dan lahan, namun bisa juga akibat adanya hamparan pasir yang luas dan atap rumah penduduk yang terbuat dari seng.<br /><br />Hamparan pasir dan atap seng dapat menciptakan suhu panas yang kemudian terpantau oleh satelit Terra dan AQUA, khusus untuk titik panas di Kotawaringin Timur sebagian besar akibat kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />Jumlah titik panas atau hotspot di Kotawaringin Timur diperkirakan akan terus bertambah.<br /><br />Menurut Septiawan, kesadaran masyarakat Kotawaringin Timur terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan masih rendah, meski pemerintah daerah telah mengeluarkan imbauan dan larangan membakar lahan pertanian dalam jumlah besar.<br /><br />"Kebakaran hutan yang terjadi di Kotawaringin Timur bermula dari adanya warga yang membuka lahan pertaniannya dalam jumlah besar dengan cara membakar dan tidak dilakukan pengawasan," katanya.<br /><br />Akibat pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar dan tidak dilakukan pengawasan api kemudian menjalar ke semak belukar dan meluas hingga ke hutan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB