17,5 Juta Bibit Untuk Kaltim Hijau

oleh
oleh

Pemprov Kalimantan Timur menargetkan bisa menanam sedikitnya 17,5 juta bibit berbagai jenis pohon guna mendukung program pembangunan bidang lingkungan Kaltim Hijau atau "Kaltim Green". <p style="text-align: justify;">"Guna mencapai target itu, maka butuh dukungan 14 daerah (kabupaten dan kota) di Kaltim," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, di Samarinda, Selasa. <br /><br />Akhir pekan lalu, program yang melibatkan 14 kabupaten dan kota itu dilaksanakan secara simbolis di Stadion Sempaja Samarinda dengan mengundang semua kepala daerah di Kaltim. <br /><br />Awang memaparkan bahwa sejak dicanangkan pada "Kaltim Summit" 7 Januari 2010 telah terealisasi penanaman 14,8 juta pohon, belum termasuk data dari Kabupaten Tana Tidung, Malinau, Kutai Barat, dan Berau. <br /><br />Menurut dia, dengan Program "Kaltim Green", tekad Kaltim sebagai provinsi yang benar-benar hijau bisa diwujudkan. Kegiatan tersebut hendaknya menjadi titik awal bagi pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. <br /><br />"Pembangunan telah mengubah wajah lingkungan kita selama ini. Suka tidak suka, pembangunan telah merusak wajah Kaltim yang hijau menjadi sebuah lingkungan yang rusak. Meski eksploitasi untuk menghasilkan devisa telah dimulai sejak 65 tahun lalu. Semuanya sebenarnya bertujuan untuk mensejahterakan rakyat," ujarnya. <br /><br />Penanaman secara serentak di 14 kabupaten/kota ini dipusatkan di Stadion Utama Palaran dengan lubang tanam sebanyak 2.000 tempat. Sementara itu, hal serupa juga dilakukan di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) Samarinda 1.500 buah lubang tanam. <br /><br />Awang Faroek juga mengatakan telah mendapat laporan dari Kota Samarinda, Balikpapan dan Tarakan. Bahkan di kota Tarakan, penanaman dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta. <br /><br />"Apa yang kita lakukan saat ini bukan untuk kita tetapi untuk anak-anak kita 10-20 tahun mendatang. Ini yang dapat kita wariskan kepada mereka dengan penyediaan oksigen yang dihasilkan dari pohon-pohon yang ditanam hari ini," ujarnya. <br /><br />Dengan penanaman pohon serentak di seluruh Kaltim, Awang Faroek meminta bupati dan walikota di Kaltim mendata lahan-lahan kritis di wilayah masing-masing dan menyediakan hutan kota serta membangun taman-taman sebagai kawasan hijau terbuka. <br /><br />"Kabupaten/kota diharapkan dapat mendata lahan-lahan kritis untuk segera ditanami. Buatlah taman kota dan kawasan terbuka untuk penanaman pohon. Buat `master plan`-nya dan harus konsisten untuk selalu menjaga taman-taman tersebut," ujar dia berharap. <br /><br />Terkait program Kaltim Hijau itu, sebagian pihak merasa pesimistis karena menilainya merupakan program yang tidak menyentuh akar masalah sehingga kerusakan lingkungan di Kaltim terus meluas. <br /><br />Pasca Penanaman <br /><br />Sebagian warga justru menilai hal itu hanya sebuah program penuh retorika karena tidak bersentuhan langsung dengang upaya penyelamatan lingkungan. <br /><br />"Pertanyaan paling mudah, adalah pasca penanaman, siapa yang bertanggung jawab memeliharanya. Bisa kita lihat buktinya, usai acara serimonial penanaman bibit pohon, apakah bupati dan walikota atau pejabat lain memikirkan tanaman itu, entah dibabat atau dimakan sapi," ujar Rahmad, salah seorang mahasiswa di Samarinda. <br /><br />"Pertanyaan lain, apakah kawasan yang menjadi lokasi penghijauan memang tepat artinya ada jaminan kawasan itu tidak akan dialihfungsikan," ujarnya. <br /><br />Selain itu, katanya, menambahkan bahwa laju kerusakan hutan di Kaltim diperkirakan antara 500.000 Ha sampai 900.000 Ha per tahun dan hal itu kebanyakan terjadi akibat pembalakan, kebakaran hutan dan lahan, serta pertambangan yang tidak bersentuhan langsung dengan program Kaltim Green. <br /><br />"Pertanyaan yang lain, pusat melalui dana reboisasi (DR) setiap tahun mengalokasikan dana sangat besar untuk program penghijauan, rehabilitasi, dan reboisasi, namun sampai kini tidak jelas hasilnya. Kita khawatir program ini akan menjadi mubazir namun hanya tampak indah didengar," kata Rahmad.<strong> (das/ant)</strong></p>