19 Korban Gigitan Anjing di Belimbing Hulu Sudah Diberikan VAR

oleh
oleh

Kecamatan Belimbing Hulu, kabupaten Melawi merupakan salah satu daerah dengan kasus gigitan anjing gila terbanyak. Dari total 69 kasus di Melawi, 19 kasus berada di kecamatan ini. <p style="text-align: justify;">Kendati demikian, tidak ada korban meninggal akibat gigitan anjing yang diduga terkena rabies tersebut.<br />Camat Belimbing Hulu, Hilarius Lagi ditemui di Nanga Pinoh, beberapa hari lalu mengatakan, 19 orang yang menjadi korban gigitan anjing tersebar di dua desa. <br /><br />“Paling banyak terjadi di desa Tiong Keranjik dimana yang digigit anjing sebanyak 12 orang. Peristiwanya terjadi pada tanggal 23 Desember. Dan 12 orang ini digigit dalam rentang waktu tiga hari,” ungkapnya.<br /><br />Lagi memaparkan, 7 orang warga Belimbing Hulu yang menjadi korban gigitan anjing berasal dari desa Piawas, yang mana 3 orang dari dusun Entibab dan 4 sisanya dari dusun Tanjung Rimba. <br /><br />Kasus gigitan anjing pertama kalinya di kecamatan ini pun berasal dari Piawas. “Yang mengigit tidak hanya satu anjing. Tapi banyak. Hanya setelah terjadi gigitan, anjing tersebut langsung dibunuh oleh masyarakat, bahkan tak ada yang sempat diambil sampel,” katanya.<br /><br />Dipaparkan Lagi, menurut warga setempat, anjing yang mengigit memang menunjukkan ciri-ciri sebagai anjing yang sudah terkena rabies. <br /><br />Anjing ini mengeluarkan liur yang banyak, takut cahaya dan juga ekornya berlipat. Anjing tersebut pun diketahui memang dipakai pemiliknya untuk berburu.<br /><br />“Kami juga sudah edarkan surat ke masyarakat, untuk inventarisir anjing liar. Kalau memang ada pemiliknya diharapkan diikat atau dikasi tanda tali. Vaksinasi anjing juga sudah dilakukan di tiga desa,” jelasnya.<br /><br />Terkait warga yang menjadi korban gigitan anjing, Lagi menjelaskan seluruhnya sudah diberikan suntikan VAR (vaksin anti rabies). Sebelumnya dalam paparan Kepala Dinkes Melawi saat kunjungan anggota DPRD Provinsi memang disebutkan ada dua orang warga Belimbing Hulu yang menolak di suntik VAR.<br /><br />“Tapi yang jelas yang dua ini sudah disuntik. Mereka itu hanya tak mau dibawa ke rumah sakit karena takut mahal. Tapi sudah dibawa ke puskesmas. Lagipula suntikan VAR ini gratis,” terangnya.<br /><br />Warga pun, terang Lagi sempat menyampaikan klaim biaya ke kecamatan. Karena ada beberapa warga yang terkena gigitan anjing dibawa ke kabupaten Sintang. <br /><br />Namun, Lagi menjelaskan, kecamatan tak memiliki anggaran untuk mengobati para korban. Pihaknya hanya menjelaskan bila ditangani di Puskesmas, biaya untuk suntikan VAR sudah digratiskan.<br /><br />“Karena penanganan cepat, belum ada korban meninggal di Belimbing Hulu karena digigit anjing gila atau rabies. Tapi sosialisasi telah kita lakukan, dimana tanggal 9 Januari, Dinas Peternakan dari provinsi dan kabupaten serta Dinas Kesehatan kabupaten Melawi datang ke Belimbing Hulu,” katanya.<br /><br />Kini untuk mengantisipasi munculnya rabies atau kasus gigitan anjing, Camat Lagi sudah meminta warganya untuk mengurung atau mengikat anjing di rumah. Ia pun menegaskan, warga jangan sampai mengkonsumsi daging anjing yang sudah terkena rabies. <br /><br />“Jadi jangan salahkan kita, kalau nanti anjingnya malah dibunuh karena dibiarkan liar,” pungkasnya. (Ira/kn)</p>