19 Puskesmas Di Kubu Raya Kekurangan Dokter

oleh
oleh

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya masih kekurangan dokter untuk ditempatkan di 19 Puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. <p style="text-align: justify;"><br />"Dokter yang ada saat ini hanya sebanyak 17 dokter saja. Idealnya, setiap Puskesmas harus memiliki dua orang dokter, karena 19 Puskesmas ini beroperasi selama 24 jam," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Titus Nursyuwan, di Sungai Raya, Kamis.<br /><br />Menurut Titus, ada dua Puskesmas yang tidak memiliki dokter, karena dua Puskesmas ini sebelumnya menggunakan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT). Kedua Puskesmas itu adalah Puskesmas Kuala Mandor B dan Puskesmas Rawang yang berada di Kecamatan Batu Ampar.<br /><br />Namun, dia berharap pada tahun ini, ada penambahan dokter PTT khususnya dokter untuk ditempatkan di dua Puskesmas tersebut. Mengingat, bidan yang ada di dua Puskesmas itu tidak cukup untuk melayani perawatan selama 24 jam.<br /><br />"Tahun ini ada dokter PTT. Dan mereka akan ditempatkan di dua Puskesmas yang kosong tersebut," katanya.<br /><br />Sementara untuk Polindes dan Poskesdes, Titus mengaku para bidan sudah terpenuhi meskipun masih dirasakan kurang. Namun, hal itu tidak ada kendala untuk melayani masyarakat.<br /><br />Makanya, lanjut Titus, dengan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu jiwa, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, tetap masih kekurangan tenaga medis. Sehingga, pihaknya akan terus berupaya memenuhi kekurangan tenaga medis khususnya dokter secara bertahap.<br /><br />Apalagi, status Puskesmas yang ada meningkat, dari Puskesmas jasa menjadi Puskesmas Rawat. Sehingga, dengan jumlah desa yang telah mencapai 109 desa dan jumlah penduduk sekitar 500-an ribu, tentunya itu belum dapat mengakomodasi kebutuhan kesehatan masyarakat.<br /><br />"Minimal saat ini, tenaga bidan yang dibutuhkan sekitar 125 orang. Dan jumlah tersebut masih dirasakan kurang, sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat," katanya.<br /><br />Apalagi, mengingat kondisi kabupaten termuda di Kalimantan Barat itu merupakan daerah perairan yang terpencar-pencar insfratrukturnya dan masih dalam tahap proses pembangunan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>