2.448 Warga Pontianak Positif HIV/AIDS

oleh

Sebanyak 2.448 orang warga Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dinyatakan positif HIV/AIDS. <p style="text-align: justify;">"Jumlah tersebut terdiri dari 1.588 orang HIV dan 860 orang AIDS," ungkap Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi di Pontianak, Selasa.<br /><br />Dengan angka tersebut, kata Paryadi, Kota Pontianak telah diberikan penghargaan atas penyelenggaraan dan komitmen atas perhatian penanggulangan AIDS di kota itu.<br /><br />"Itu merupakan hal sulit di tengah stigma negatif kepada penyandang AIDS," kata Paryadi.<br /><br />Menurut Paryadi, dalam penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kesadaran dan pemahaman bersama.<br /><br />"Karena HIV/AIDS bukanlah persoalan yang di satu sisi saja, di mana harus berinteraksi dengan orang yang disisihkan. Melainkan juga, orang yang disisihkan itu membutuhkan perhatian," jelas Paryadi.<br /><br />Dirinya menilai, jika orang yang terkena HIV/AIDS itu tersisihkan, mereka akhirnya berpikir bukan hanya dirinya yang terkena tetapi orang lain juga harus terkena virus mematikan itu.<br /><br />"Nah, itu jika kita salah dalam menangani hal itu," tegas Paryadi.<br /><br />Paryadi mengatakan, dalam memperlakukan orang yang hidup dengan Aids (ODHA) tidaklah harus dengan menyisihkan mereka. Seperti, ada yang tidak mau makan satu tempat dengan mereka yang terinfeksi AIDS.<br /><br />"Bahkan ada yang takut bersentuhan dengan orang tersebut, bisa jadi jika kita tidak memahami penularan Aids itu. Karena penularan virus HIV/AIDS bukan saja unsur kesengajaan, tetapi dari perilaku seksual, gonta ganti pasangan dan narkoba dengan menggunakan jarum suntik," jelas Paryadi.<br /><br />Bersama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak para ODHA sudah seharusnya ditolong.<br /><br />Meski begitu, tambahnya, dalam penanggulangan HIV/AIDS tidak hanya bisa dilakukan dengan satu cara saja, oleh orang-orang yang itu saja tetapi banyak jalan yang harus dilakukan.<br /><br />"Misalnya saja dengan pembekalan agama, dan harus membangun porsi untuk penanggulangannya.<br /><br />Yang menjadi korban juga anak-anak yang tidak berdosa," kata Paryadi.<br /><br />Berdasarkan data kunci yang dimiliki KPA Kota Pontianak, terdapat sedikitnya 186 orang pengguna jarum suntik aktif yang sangat berisiko terhadap penularan virus HIV/AIDS.<br /><br />Kemudian, ada sebanyak 457 orang pekerja seks yang rawan tertular HIV/AIDS. Tetapi mereka bukan pembawa virus karena mereka selalu menggunakan kondom.<br /><br />"Melainkan para pria hidung belang yang jumlahnya diperkirakan sekitar 6.000 orang khusus di Kota Pontianak yang menjadi langganan para pekerja seks tersebut," ungkap Pelaksana Harian KPA Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro.<br /><br />Multi menegaskan, hubungan seksual beresiko dan pertukaran jarum suntik napza adalah penyumbang utama penularan kasus HIV di Kota Pontianak.<br /><br />"Sehingga angka kasus menjadi signifikan dalam meningkatkan kasus HIV dari tahun ke tahun," jelas Multi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>