23 Siswa SMP Nunukan Tidak Ikut UN

oleh

Sebanyak 23 siswa dari 2.315 peserta ujian nasional SMP/MTsSiswa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, tidak mengikuti ujian, Senin. <p style="text-align: justify;">Alasan mereka tidak mengikuti UN antara lain mengundurkan diri, diberhentikan, ada juga yang berangkat ke Malaysia ikut orang tuanya sebagai TKI dan tidak kembali lagi, kata Ketua Panitia UN tingkat SMP/SMA dan sederajat Kabupaten Nunukan Rahardi.<br /><br />Ia mengatakan, rata-rata siswa yang tidak ikut UN itu karena memang tidak ikut ujian akhir sekolah (UAS) sebelumnya.<br /><br />"Siswa yang tidak ikut UN karena tidak ikut UAS. Jadi bukan karena sakit," kata dia.<br /><br />Dia menambahkan, sebenarnya belum ada laporan resmi dari pihak subrayon masing-masing, data sementara itu beraswal dari hasil pemantauan pada sejumlah sekolah di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.<br /><br />Di subrayon Nunukan dan Nunukan Selatan, Rahardi menyebutkan terdapat 11 siswa yang tidak ikut UN yaitu di SMPN 2 Nunukan sebanyak dua orang, SMP Muhammadiyah dua orang, SMP Al Ikhlas tujuh orang.<br /><br />Supriono, Ketua SubRayon 2 Kecamatan Sebatik dan Sebatik Barat menyebutkan, jumlah siswa SMP/MTs yang tidak ikut UN pada sebanyak 11 orang dari 615 orang yang terdaftar sebagai peserta UN "Jadi yang ikut UN tingkat SMP/MTs di Subrayon Pulau Sebatik hanya 604 orang dari 615 orang siswa yang terdaftar, 11 orang dinyatakan tidak ikut UN," katanya.<br /><br />Siswa yang tidak ikut UN masing-masing dari SMP Mutiara Bangsa Sebatik dua siswa, SMPN 1 Sebatik dua org, SMPN 2 sebanyak satu siswa, MTs YIIPS Sebatik satu siswa.<br /><br />Di Kecamatan Sebatik Barat, yang tidak ikut UN yaitu dari SMPN 1 Setabu dua orang, SMPN 2 Sebatik Barat satu orang, dan SMPN 3 Sebatik Barat sebanyak dua orang, katanya, Senin.<br /><br />Menurut Supriono, semua siswa SMP/MTs yang tidak ikut UN di Kecamatan Sebatik dan Sebatik Barat disebabkan berhenti sekolah sebelum UAS dilaksanakan. Kemudian ada juga yang berangkat ke Sabah Malaysia ikut orang tuanya sebagai TKI.<br /><br />"Kalau di SMP Mutiara Bangsa kebanyakan siswanya merupakan anak-anak TKI. Jadi mereka tidak ikut UN karena ikut orang tuanya menjadi TKI," ujarnya.<br /><br />Sementara jumlah siswa SMP yang tidak ikut di Subrayon Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan yang merupakan wilayah yang berbatasan dengan Negeri Serawak Malaysia, satu siswa dari SMPN 1 Krayan yang tidak ikut UN.<br /><br />"Tidak ikut karena ikut orang tuanya ke Serawak Malaysia dan tidak kembali lagi," kata Yunus Ngei, kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Krayan, Senin. <strong>(das/ant)</strong></p>