24 Ribu Imigran Afghanistan Berpotensi Ke Kalbar

oleh

Sekitar 24 ribu imigran ilegal asal Afghanistan yang kini berada di Malaysia berpotensi masuk ke Provinsi Kalimantan Barat secara ilegal untuk mencari suaka politik ke Australia. <p style="text-align: justify;">"Potensi masuknya imigran ilegal asal Afghanistan tersebut mengingat wilayah Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia baik darat maupun laut," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Agung Sabar Santoso saat membuka Sosialisasi Pencegahan Penyelundupan Manusia kerja sama Kepolisian Daerah Kalbar dengan Polisi Federasi Australia di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, Provinsi Kalbar saat ini memang menjadi sasaran penyelundupan imigran ilegal Afghanistan untuk mencari suaka politik di negara Australia sehingga sangat rawan dimanfaatkan mengingat letak geografisnya sangat memungkinkan.<br /><br />"Untuk itu kita harus siap mencegah dijadikannya Indonesia, Kalbar khususnya sebagai daerah transit penyelundupan manusia," katanya.<br /><br />Bentuk pencegahan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, yakni menyelamatkan imigran ilegal itu untuk kemudian di pilah-pilah, mana yang melanggar aturan dan tidak guna diproses hukum, kata Agung.<br /><br />"Kemudian Polri juga menjalin kerja sama dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Australia dalam pencegahan masuknya imigran ilegal dan penyeludupan manusia dari mana saja, termasuk dari Afghanistan," kata Agung.<br /><br />Menurut dia, modus masuknya imigran ilegal asal Afghanistan, yakni masuk secara legal ke Malaysia, setelah sampai di sana mereka lalu mengaku sebagai pengungsi kemudian minta difasilitasi agar bisa dibawa ke Australia.<br /><br />"Bagi imigran ilegal yang tidak sabar lalu memilih jalan pintas memanfaatkan penyalur atau jaringan internasional agar dibawa ke Australia sehingga rentan menjadi korban penyeludupan maupun risiko lainnya semasa perjalanan menggunakan angkutan laut karena banyak menggunakan kapal motor dari bahan kayu," ungkapnya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Sukrawardi Dahlan menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Polisi Federasi Australia dalam mencegah penyelundupan manusia.<br /><br />"Kapan pun kami siap dalam menindak pelaku penyeludupan manusia agar Kalbar tidak menjadi daerah transit jaringan internasional dalam melakukan aktivitas ilegal tersebut," katanya.<br /><br />Menurut Kapolda Kalbar, Mei lalu kami telah menggagalkan usaha penyelundupan enam warga Afghanistan melalui Malaysia ke Kalbar tujuan Australia yang kini sudah masuk tahap P 21 (pengadilan).<br /><br />Data Polda Kalbar, provinsi itu memiliki perbatasan darat yang panjang dengan negara tetangga, yaitu sekitar 857 kilometer sehingga rawan terjadi aktivitas ilegal.<br /><br />Ada lima kabupaten yang berbatasan dengan negara Malaysia, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu, terdiri dari 14 kecamatan, 98 desa dan terdapat 52 jalan tikus (jalan pintas) yang dapat menghubungkan 55 desa terhadap 32 kampung (desa) di Sarawak.<br /><br />Polda Kalbar sedikitnya memiliki sebanyak 14 Kepolisian Sektor yang tersebar di lima kabupaten perbatasan tersebut.<br /><br />Polda Kalbar juga telah membentuk dua detasemen pelopor dari Brimob yang ditempatkan di beberapa kawasan perbatasan, seperti Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu.<strong> (das/ant)</strong></p>