25 Koperasi Di Tabalong Mati Suri

oleh

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Birhasani mengatakan saat ini 25 koperasi mati suri. <p style="text-align: justify;">"Dari 94 koperasi yang ada di Bumi Saraba Kawa ini, 25 koperasi dalam kondisi mati suri," kata Birhasani di Tanjung, Selasa.<br /><br />Pada peringatan Hari Koperasi ke-63 di Kecamatan Haruai dimana perkembangan koperasi di Tabalong terjadi peningkatan menyusul terbentuknya tujuh koperasi baru.<br /><br />"Secara kuantitas jumlah koperasi di Tabalong memang bertambah namun dari segi kualitasnya ternyata sebanyak 25 koperasi tidak aktif dan tidak pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan," jelas Birhasani.<br /><br />Kondisi ini tentunya mendorong jajaran Disperindagkop dan UKM Kabupaten Tabalong untuk melakukan diagnosa terhadap koperasi yang mati suri termasuk koperasi aktif yan tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).<br /><br />Menurut Birhasani, kemajuan koperasi sangat ditentukan oleh tiga pilar penyangga yaitu pengawas, pengurus dan anggota, jika salah satunya tidak menjalankan tugas dan fungsinya maka koperasi akan mati.<br /><br />"Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan menjadi salah satu tolak ukut yang penting dalam menentukan sehat tidaknya suatu koperasi termasuk mengangkat kepercataan anggota terhadap koperasi," jelas Birhasani.<br /><br />Data Disperindagkop dan UKM setempat dari 94 koperasi, sebanyak 33 koperasi sangat aktif, 36 aktif dan 25 koperasi mati suri.<br /><br />Tahun ini hanya 33 koperasi yang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan dan 2014 sebanyak 25 koperasi yang aktif.<br /><br />Sementara itu pelaksanaan peringatan Hari Koperasi ke-68 di Kecamatan Haruai dihadiri Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, Ketua TP PKK Kabupaten Tabalong Syarifah Syifa Anang Syakhfiani, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tabalong serta perbankan.<br /><br />Dalam sambutannya, Anang mengakui saat ini kondisi koperasi di Kabupaten paling Utara Kalsel ini cukup memprihatinkan mengingat kurangnya perhatian atas peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di koperasi.<br /><br />"Selama ini kita lupa untuk melakukan pembinaan dan peningkatan Sumber Daya Manusia di koperasi meski telah dialokasikan dana untuk program ini karena itu ke depan perlu digiatkan kegiatan peningkatan kualitas SDM demi kemajuan koperasi di daerah," jelas Anang. (das/ant)</p>