27 Cabang Perlobambaan MTQ XXIX

oleh
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat

SINTANG, KN – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat memastikan Kabupaten Sintang telah siap untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Kalimantan Barat Tahun 2021.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, guna mempersiapkan penyelenggaraan MTQ. Juga sudah membentuk panitia. Kami juga sudah menyampaikan kebutuhan anggaran penyelenggaraan kepada Gubernur,” katanya.

Panitia akan mengusung tema aktualisasi nilai-nilai universal Al-Quran dalam bingkai kehidupan yang religius, rukun, dan damai menuju Kalimantan Barat yang maju dan inovatif. Logo pun sudah disiapkan mereka.

“Tema ini kami adopsi dari visi-misi Bupati Sintang dan visi misi Gubernur Kalimantan Kalbar. Namun ini masih tentatif. Akan kita matangkan lagi sesuai masukan dari LPTQ Kalimantan Barat,” ujarnya.

Akan ada 27 cabang yang akan diperlombakan mereka dalam MTQ XXIX. Diperkirakan dia, akan diikuti oleh 960 peserta.

“Pelaksanaannya akan dilakukan pada minggu pertama bulan November. Mudah-mudahan kondisi pandemi Covid-19 ini sudah terkendali, sehingga kita dapat melaksanakan seluruh agenda secara tatap muka,” harapnya.

MTQ, menurut dia, akan dipusatkan di Stadion Baning. Selain itu, juga akan diselenggarakan di Gedung Seni, GOR Apang Semangai, Gedung Padepokan, Gedung Cadika, Rumah Adat Melayu, Aula MTs, Aula MAN, Gedung PGRI, Masjid An-Nur, Gedung Pancasila, Masjid Al-Amin.

Olehkarenanya, dia pun meminta masukan dari LPTQ Kalbar terkait tempat-tempat lain yang akan digunakan.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ ditentukan oleh sinergitas LPTQ Kalbar dan panitia penyelenggara di Kabupaten Sintang.

“Kami ingin MTQ ke-29 tingkat Provinsi yang diselenggarakan ini Sintang ini berkualitas dan bermartabat. Berkualitas berarti sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi. Bermartabat artinya tidak ada kecurangan dalam penyelenggaraan,” ujarnya.

Pensiunan polisi berpangkat Brigjen ini pun menyampaikan, tolak ukur MTQ yang berkualitas dapat dilihat dari empat hal. Yaitu, sebut dia, terlaksana dengan baik, aman, dan lancar, sesuai dengan buku panduan MTQ; dilaksanakan sesuai jadwal, serta sukses meraih prestasi di MTQ tingkat nasional tahun 2022 di Banjarmasin.

Ia juga mengimbau agar penyelenggaraan dapat mengelola anggaran dengan baik. “Pengelolaan anggaran harus accountable, transparan, dan bertangung jawab. Kita tidak mengharapkan ada ekor anggaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*)