270 Guru Peroleh Pelatihan Seni Mengajar

oleh

Sebanyak 270 guru Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti pelatihan seni mengajar dengan mengoptimalkan fungsi otak yang diselenggarakan Lembaga Kemanusiaan PKPU Yogyakarta, Sabtu. <p style="text-align: justify;">Sebanyak 270 guru Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti pelatihan seni mengajar dengan mengoptimalkan fungsi otak yang diselenggarakan Lembaga Kemanusiaan PKPU Yogyakarta, Sabtu.<br /><br />"Seni mengajar ini merupakan metode pengajaran yang menyenangkan sehingga tidak ada lagi kesan guru yang galak maupun yang sering disebut dengan guru ‘killer’ oleh para siswa," kata relawan PKPU Solihin.<br /><br />Menurut dia, metode yang lebih mengutamakan fungsi otak kanan yang dikemas dengan bahasa-bahasa yang mudah dicerna dan menyenangkan sehingga materi pelajaran yang selama ini dinilai berat dan ditakuti siswa dapat ditransfer dengan lebih mudah.<br /><br />"Penyampaian ini semisal dengan menggunakan lagu-lagu pop yang saat ini sedang banyak digemari anak-anak dan menganti syair lagunya dengan materi pelajaran dan pengetahuan," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan mendorong guru-guru memiliki inovasi dalam mengajar sehingga siswa tidak bosan dan proses belajar mengajar dapat lebih menyenangkan.<br /><br />"Selain itu juga untuk menghilangkan imej yang selama ini telah tumbuh di masyarakat bahwa guru itu galak dan tidak menyenangkan," katanya.<br /><br />Solihin mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan juga dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional dan menjadikan guru itu istimewa agar menumbuhkan kesan yang baik kepada siswa.<br /><br />"Seni mengajar berbasis potensi otak ini melatih bagaimana memberi informasi pada berbagai situasi dan tempat dan meyakini bahwa setiap siswa mempunyai potensi untuk menyerap pengetahuan apapun," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, kegiatan pelatihan ini gratis bagi para guru hanya saja mereka yang berminat dan datang diwajibkan untuk membawa buku bekas senilai sekitar Rp25 ribu.<br /><br />"Buku-buku ini kami kumpulkan dan nantinya akan digunakan untuk perpustakaan keliling yang akan melayani daerah-daerah di DIY," katanya.(Eka/Ant)</p>