29 Orang Meninggal Laka Lantas Di Kalbar

oleh

Direktorat Lalu lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencatat dari 23 Agustus hingga 6 September atau sepanjang arus mudik dan balik Lebaran 1432 Hijriyah, sebanyak 29 orang meninggal dunia karena menjadi korban kecelakaan lalu lintas di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Terdata sebanyak 47 kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang arus mudik dan balik Lebaran tahun 2011. Dan 29 orang korban Laka lantas di antaranya meninggal dunia," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Rabu.<br /><br />Data Ditlantas Polda Kalbar mencatat, dari 47 kasus Laka lantas, 29 orang di antaranya meninggal dunia, 20 orang mengalami luka berat, dan 31 orang mengalami luka ringan, dengan total kerugian material sebesar Rp80,7 juta.<br /><br />Menurut Mukson, kalau dibanding dengan kasus Laka lantas selama mudik dan balik Lebaran tahun 2010 jumlah kasus dan korban meninggal dunia meningkat sebanyak sepuluh kasus, yakni sebanyak 37 kasus Laka lantas baik mengalami luka berat, ringan hingga meninggal, yakni korban meninggal 19 orang.<br /><br />"Kebanyakan korban meninggal dunia akibat Laka lantas Lebaran 2011 yakni dari pengendara kendaraan roda dua yakni sebanyak 45 kasus," kata Mukson.<br /><br />Dengan lokasi Laka lantas terbanyak di kawasan pemukiman padat penduduk yang mempunyai jalan raya sebanyak 41 kasus. Sementara korban meninggal menurut umur, yakni umur 21 – 30 tahun sebanyak 18 orang, 31 – 50 tahun 17 orang.<br /><br />Kabid Humas Polda Kalbar menambahkan, dari 29 orang meninggal itu, ada dua personel Polda Kalbar yang juga menjadi korban, satu orang dari Kepolisian Resor Landak dan Sambas.<br /><br />"Rata-rata korban Laka lantas akibat kesalahan manusia dan pemicunya saling kebut-kebutan tanpa memperhitungkan keselamatan diri sendiri dan orang lain terutama pengendara kendaraan roda dua," ungkap Mukson.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Sukrawardi Dahlan mengimbau, para pemudik Lebaran lebih mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.<br /><br />"Para pemudik sebaiknya tidak membawa kendaraan dalam kecepatan tinggi, karena membawa kendaraan laju dan sedang hanya beda tipis sampai di tempat tujuan sehingga lebih baik santai-santai yang penting sampai dengan selamat," katanya.<br /><br />Kapolda Kalbar menambahkan, sebaiknya jangan mudik menggunakan kendaraan roda dua karena kendaraan itu tidak dirancang untuk perjalanan jauh.<br /><br />Polda Kalbar juga telah memetakan titik-titik rawan jalur mudik dan balik Lebaran, adapun pemetaan titik rawan tersebar di 14 kabupaten/kota di provinsi itu, diantaranya 18 titik rawan macet, 69 titik rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, 55 titik rawan banjir, dan sebanyak 15 titik rawan tanah longsor. <strong>(phs/Ant)</strong></p>