3 Jembatan Rusak Minta Dana Tanggap Darurat

oleh

Disepanjang ruas jalan mulai dari Desa Buluh Kuning hingga ke daerah terhulu di Kecamatan Sepauk, yaitu Desa Temawang Bulai, terdapat 3 buah jembatan rusak berat yang kondisinya sudah sangat membahayakan para pengguna jalan. <p style="text-align: justify;">Yakni, jembatan Sungai Silet di KM 62, jembatan Sungai Sepauk di KM 62 Desa Nanga Pari, dan jembatan Sungai Sepauk di KM 64 arah Desa Sungai Segak dan Desa Temawang Bulai. <br /><br />Kondisi tersebut, diungkapkan oleh Camat Sepauk, Agrianus, seusai dirinya berserta rombongan diterima Bupati Sintang, Milton Crosby, di pendopo hari Rabu (15/1/2014) malam.<br /><br />Rombongan Camat Sepauk ini, terdiri dari Kepala Desa Nanga Pari, Rudi Hartono; Kepala Desa Sungai Segak, Agustinus Alatas; dan Kepala Desa Temawang Bulai, Martinus Maha. <br /><br />Selain 3 Kepala Desa tersebut, turut serta dalam rombongan ini Temenggung Kecamatan Sepauk, Kempeni; Temenggung Wilayah 9, Paulus Idin; dan seorang tokoh agama, L. Way.<br /><br />Menurut Agrianus kepada kalimantan-news, jika 3 jembatan tersebut tidak segera diganti total, maka akan ada sejumlah Desa yang terisolir. <br /><br />Oleh sebab itu dirinya berupaya untuk dapat menemui Bupati Sintang dengan membawa para Kepala Desa yang berkepentingan. “Para Kepala Desa sudah menyiapkan proposal untuk kegiatan penggantian 3 jembatan tersebut. Karena, kegiatan tersebut akan ditangani sendiri oleh masyarakat. <br /><br />Anggaran yang diajukan cukup murah-meriah, karena hanya mengajukan sebesar Rp. 500 Juta untuk 3 buah jembatan, dimana 2 jembatan diantaranya adalah untuk jembatan Sungai Sepauk,” ucap Agrianus.<br /><br />Camat Sepauk ini menambahkan, bahwa sebetulnya seluruhnya ada 4 buah jembatan yang harus segera diganti, yaitu ditambah jembatan Sungai Limau yang terletak di Desa Sinar Pekayau. <br /><br />Jembatan Sungai Limau ini, pernah menelan korban sebuah kendaraan truck yang jatuh kedasar sungai. Jembatan ini tidak termasuk dalam proposal, karena sudah mendapat anggaran meskipun hingga sekarang dalam pelaksanaannya belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan.<br /><br />Sementara menurut Kepala Desa Sungai Segak, dalam kondisi darurat ini masyarakat belum berfikir untuk dibangunnya Jembatan Rangka Baja. Yang penting harus diamankan dahulu jalur lalu-lintas kearah pemukiman yang paling hulu. <br /><br />Oleh sebab itu, kata dia, mdalam proposal ini diusulkan untuk dibangun jembatan Log saja. Jembatan Log ini, setidaknya akan mampu bertahan hingga 5 tahun, terangnya.<br /><br />Ditempat yang sama, menanggapi laporan Camat dan para Kepala Desa tersebut, Milton Crosby ketika dikonfirmasi kalimantan-news.com menegaskan, bahwa permintaan tersebut segera akan dicarikan jalan keluarnya. <br /><br />Yang paling tepat, pendanaan yang tergolong tanggap darurat ini akan diupayakan dan dianggarkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).<br /><br />“Selain akan mengupayakan dananya, juga harus mengupayakan agar aman dalam pelaksanaannya. Karena, jenis jembatan yang diajukan dalam proposal oleh para Kepala Desa ini, adalah jenis Jembatan Log,” tegas Milton. <strong>(Luc/das)</strong></p>