30 Anggota DPRD Melawi Dilantik

oleh
oleh

Sebanyak 30 orang anggota DPRD Kabupaten Melawi periode 2014-2019 mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota dewan. <p>Pelantikan terhadap anggota DPRD Melawi yang dilakukan oleh Kepala Pengadilan Negeri Sintang, Setyanto Hermawan  pada rapat istimewa DPRD Melawi pada, Senin (8/9/2014) juga dihadiri oleh Gubernur Kalbar, Cornelis, Bupati Melawi, Firman Muntaco, Wakil Bupati Melawi, Panji beserta pejabat di lingkungan pemerintahan provinsi Kalbar dan Pemkab Melawi.<br /><br />Rapat Paripurna Istimewa sendiri dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Melawi, Amri Kalam yang menjadi pimpinan sidang. Saat membuka rapat paripurna istimewa, Amri mengingatkan agar para anggota DPRD yang dilantik dapat mengemban amanah rakyat sebaik-baiknya dan mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.<br /><br />“Saya juga memberikan apresiasi terhadap anggota DPRD Periode 2009-2014 atas dedikasi dan pengabdiannya untuk membangun kabupaten Melawi,” katanya.<br /><br />Sementara itu, Gubernur Kalbar, Cornelis usai pelantikan meminta anggota dewan yang telah dilantik  laksanakanlah tugas menjadi anggota dewan sesuai dengan sumpah janji yang telah diucapkan tersebut.<br /><br /> “pengucapan sumpah janji tersebut, selain disaksikan oleh diri sendiri juga diketahui oleh Tuhan,” katanya.<br /><br />Selain itu, sambung Cornelis, karena nanti anggota Dewan yang dilantik tersebut akan membuat Undang-Undang dan segala macam Peraturan daerah.  Dirinya meminta agar jangan bermain-main saat menyusun peraturan daerah. <br /><br />“Karena kalau salah dalam membuat Undang-Undang dan Perda, hal itu akan mencelakakan rakyat, makanya harus hati-hati dalam membuat Undang-Undang dan Perda,” ungkapnya.<br />Kata Cornelis, agar terwujudnya kehati-hatian didalam membuat Undang-Undang dan Perda tersebut, maka dia minta kepada anggota DPRD yang dilantik kehususnya bagi mereka yang baru, supaya lebih banyak belajar. <br /><br />“Demikian juga teknik membaca APBD, anggota dewan juga harus belajar agar bisa membaca buku APBD, jangan sampai anggota dewan kena akal bupati dan para kepala SKPD,” ujarnya.<br /><br />Selain itu, Cornelis juga berpesan kepada para anggota Dewan yang dilantik, jangan sampai merasa diri yang paling hebat dan paling pandai. Karena mengurus negara ini tidak bisa sendiri, makanya ada bupati dan dewan yang disebut Pemerintah Daerah.  <br /><br />“Bupati kalau tidak ada dewan tidak jalan, demikian juga dewan kalau tidak ada bupati tidak akan jalan juga. Karena itu, mari bekerjasama yang baik dan saling menopang agar tidak melanggar aturan,” ucapnya. <br /><br />Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar ini pun menginginkan agar kemitraan antara bupati dan DPRD dapat terus berjalan, apalagi saat ini APBD 2015 akan mulai dibahas. Menurutnya jangan sampai terjadi keterlambatan pembahasan APBD hanya karena ketidaksetujuan anggota dewan atau stagnasi pemerintahan.<br /><br />“Jangan sampai APBD molor sehingga DAU dipotong 25 persen. Maka perlu kebersamaan, saling mengerti karena hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab bersama,” pesannya.<br /><br />Dalam rapat paripurna istimewa tersebut juga ditunjuk Ketua DPRD Sementara yang dijabat oleh Abang Tajudin dari partai Golkar. Sedangkan untuk Wakil Ketua sementara dijabat oleh Kluisen dari PDI Perjuangan. (eko/kn)</p>