30 Desa Di Pulang Pisau Perlu Penanganan

oleh

Sebanyak 30 desa di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah perlu mendapat penanganan karena berstatus desa tertinggal. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Bazar Effendi di Pulang Pisau, Selasa, mengatakan guna mengangkat desa tersebut dari status desa tertinggal maka pemerintah daerah telah menyiapkan satu program Angpau Maja Desa (AMD).<br /><br />"Program ini akan efektif dilaksanakan pada 2012 mendatang yang akan disinkronkan dengan program pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat dan provinsi," katanya.<br /><br />Angpau Maja Desa merupakan singkatan dari dari Anggaran Pembangunan Untuk Menuju Masyarakat Sejahtera di Desa.<br /><br />Melalui program tersebut, setiap tahun sebanyak 5 desa yang akan mendapatkan penanganan sehingga pada 2013 mendatang jumlah desa dengan status desa tertinggal akan berkurang menjadi 20 desa.<br /><br />Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaanya nanti adalah masalah anggaran yang diharapkan dapat dibantu oleh pemerintah pusat dan provinsi, meskipun secara tekhnis sudah dipersiapkan secara matang.<br /><br />Beberapa konsep dari program tersebut yakni memberikan Anggaran Dana Desa (ADD) yang lebih tinggi dari desa lainnya, misalnya ADD sasaran dialokasikan dua kali lipat dibandingkan dengan desa-desa lainnya.<br /><br />Kemudian menempatkan sarjana penggerak pembangunan kesemua desa sasaran dengan beban biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulang Pisau yang dianggarkan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, katanya.<br /><br />Selanjutnya mendorong pengembangan dan bertumbuhnya produk unggulan desa sehingga mampu dikembangkan secara maksimal agar memberikan nilai tambah ekonomi terhadap masyarakat desa.<br /><br />Selain itu, melibatkan masyarakat dalam program pembangunan desa yang mengarah pada konsep pembangunan partisipatif, jelasnya.<br /><br />Sehingga diharapkan, melalui program tersebut target jumlah angka kemiskinan didaerah itu turun sebesar 5,75 persen, demikian Bazar Effendi. <strong>(das/ant)</strong></p>