30 Pejabat Disdik Se-Kaltim Ikuti Sosialisasi UN

oleh

Sekitar 30 pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur bersama kabupaten/kota mengikuti sosialisasi Ujian Nasional 2014/2015 dengan narasumber dari Kemendikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan. <p style="text-align: justify;">"Sekembalinya dari sosialisasi ini, para peserta dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama di kabupaten/kota segera mengumpulkan kepala sekolah, guna meneruskan petunjuk pelaksanaan UN," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim dalam acara sosialisasi itu di Samarinda, Jumat.<br /><br />Menurut ia, UN merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kemudian untuk evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.<br /><br />Sedangkan tujuan digelarnya UN, antara lain untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19/2005 yang diubah dengan PP Nomor 32/2013 dan PP 13/2015.<br /><br />Salah seorang narasumber dari BSNP Ipung Yuwono mengatakan berdasarkan perubahan PP 19 Tahun 2005 tentang UN 2015, pemerintah menugaskan BSNP menyelenggarakan UN dengan peserta didik dari jalur formal maupun jalur nonformal kesetaraan.<br /><br />Dalam penyelenggaraan UN, BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah RI, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.<br /><br />Menurutnya, UN mulai 2015 dilaksanakan bukan untuk menentukan kelulusan, karena tingkat kelulusan siswa lebih banyak peran dari masing-masing satuan pendidikan.<br /><br />Sedangkan UN tetap digelar karena memiliki berbagai maksud, seperti sebagai pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, sebagai pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.<br /><br />"Hasil UN tidak digunakan untuk penentuan kelulusan siswa, karena kelulusan siswa ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan," katanya.<br /><br />Siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan lulus Ujian Sekolah.<br /><br />Sementara untuk kelulusan peserta didik, ditetapkan setelah satuan pendidikan menerima hasil UN peserta didik masing-masing siswa. (das/ant)</p>